fbpx
Stadion 'Bongkar-Pasang' di Qatar yang Bisa Dirakit di Tempat Lain

Stadion 'Bongkar-Pasang' di Qatar yang Bisa Dipindah dan Dirakit di Tempat Lain

Di Qatar ada sebuah stadion yang bisa dibongkar-pasang. Nama stadion untuk Piala Dunia FIFA 2022 di Qatar ini "Stadion 974" diambil dari nomor panggilan telepon untuk negara Qatar. Selain itu, nama juga terinspirasi dari jumlah kontainer pengiriman material pembangunan stadion itu. Qatar menyebut Stadion 974 sebagai sebuah terobosan untuk penyelenggaraan acara besar yang berkelanjutan.



Stadion 974 akan menjadi salah satu dari delapan stadion Piala Dunia yang menampung 32 tim nasional dari total 64 pertandingan antara hari pembukaan pada 21 November dan final kejuaraan pada 18 Desember 2022.

Stadion baru ini digadang telah dibangun dari bahan daur ulang atau dapat didaur ulang, serta bisa dibongkar dan dipindahkan setelah Piala Dunia 2022 berakhir pada bulan Desember, ketika stadion ini tidak lagi dibutuhkan.

"Jika Anda melihat segala kritik atas semua stadion besar yang dibuat di seluruh dunia, dan tidak lagi digunakan, ini, ya, ini berguna," kata Zeina Khalil Hajj, juru kampanye dan ahli Timur Tengah dari 350, sebuah organisasi global yang berfokus pada krisis iklim.

 
Stadion 974 bisa menampung 40.000 penggemar saat Piala Dunia 2022

Hajj mengatakan bahwa Stadion 974 Qatar layak mendapat penghargaan karena berpotensi dibongkar dan dibangun kembali. Namun ia juga menyebutnya sebagai langkah kampanye kehumasan yang cerdas dari negara yang terkenal sebagai penghasil CO2 per kapita terbesar per orang di dunia. "Yang mereka lakukan hanyalah 'mesin kehumasan' ini," ujar Hajj.

Sedangkan Bodour Al-Meer, kepala bidang keberlanjutan untuk komite penyelenggara lokal di Qatar, mengatakan negara itu berusaha untuk menyeimbangkan antara pertumbuhan ekonomi dan lingkungan.

Komite Tertinggi Qatar, sejalan dengan organisasi sepak bola dunia FIFA, mengatakan bahwa Piala Dunia 2022 akan menjadi acara netral karbon. Dokumen strategi keberlanjutan acara itu berfokus pada mitigasi emisi, stadion hemat energi, rendahnya biaya transportasi - sebagian karena semua stadion berada sangat dekat dengan pusat kota Doha - dan praktik pengelolaan limbah berkelanjutan.


Semua tujuan ini bisa dipuji, kata Phillipp Sommer, direktur ekonomi sirkular untuk organisasi Environmental Action Germany yang dikenal di Jerman sebagai Umwelthilfe.

 
 
 

dw, zid