fbpx
Modus Jebakan Data dan Jebakan Utang China

Modus Jebakan Data dan Jebakan Utang China

Dilansir BBC, sebuah dokumen yang disusun dengan bantuan seorang mantan agen rahasia Inggris, MI6, mengungkap dunia gelap spionase China, perekrutan agen dan program ambisius untuk menebarkan pengaruhnya di seluruh dunia.



Setiap perusahaan besar China di mana pun beroperasi di dunia menempatkan "sel spionase" di dalamnya, yang bertanggung jawab kepada Partai Komunis China yang berkuasa, untuk menyusupkan agenda politik dan memastikan bahwa perusahaan itu mematuhi perintah politik.

Itulah sebabnya para ahli masalah China menegaskan bahwa Partai Komunis China memang beroperasi sering kali berkedok bisnis dan investasi.

"Mesin partai ada di mana-mana, dan bagi China, bisnis tak bisa dipisahkan dari politik." Demikian dilaporkan Frank Gardner wartawan keamanan BBC News.


Dengan begitu mereka bisa ditugaskan untuk menghimpun informasi rahasia, khususnya di bidang teknologi, termasuk telekomunikasi.

Ini bervariasi mulai dari spionase dengan sasaran tertentu dan spionase siber skala besar, pencurian data hingga mengkooptasi para ahli di sektor industri.
 

Kepala Badan Intelijen Inggris (MI6), Richard Moore, memperingatkan tentang "jebakan data dan jebakan utang" oleh China, dalam wawancara BBC.

Moore, yang dikenal sebagai "C", mengatakan jebakan China itu mengancam kedaulatan sehingga dia mengusulkan langkah-langkah defensif.

Dia melanjutkan, China memiliki kapasitas untuk "mengumpulkan data dari seluruh dunia" dan menggunakan uang untuk "membuat pihak lain tertarik".

Agen rahasia senior ini menyebut Beijing "mencoba memanfaatkan pengaruhnya melalui kebijakan ekonomi yang bertujuan membuat rezim suatu negara terperangkap".

Sedangkan terkait "jebakan data", Moore menuturkan, "Ketika Anda mengizinkan negara lain mengakses data yang sangat penting terkait masyarakat di negara Anda, seiring berjalannya waktu hal itu akan mengikis kedaulatan. Anda tidak lagi memiliki kendali atas data tersebut."

"Hal itu sangat kami waspadai di Inggris, dan kami telah mengambil langkah-langkah defensif," lanjut dia.

Moore menyebut China telah menjadi "prioritas tunggal terbesar bagi MI6" ketika dia berbicara di Institut Internasional untuk Studi Strategis di London.

 

Richard Moore merujuk fakta bahwa banyak negara telah jatuh ke dalam utang yang cukup besar diperangkap China. 

 

China memerangkap Sri Lanka dengan utang untuk berbagai proyek infrastruktur. Namun hampir semuanya mangkrak berantakan. Lihat videonya

 

 

Belum lama ini, laporan di beberapa media Afrika meyebut China mengambil alih Bandara Internasional Entebbe, Uganda, karena gagal membayar utang.

Bandara Internasional Entebbe merupakan satu-satunya bandara internasional yang dimiliki Uganda. Laporan media-media Afrika mengatakan bandara itu diambil alih Beijing karena gagal membayar pinjaman USD200 juta yang digunakan untuk memperluas bandara.

 
Media Uganda mengungkap China telah membangun jalan termahal di dunia di negara mereka, menghubungkan kota Entebbe dengan Kampala. Jalan, yang dibiayai oleh pinjaman China, dilaporkan menelan biaya $9,2 juta per kilometer. 
 
Sebagian besar pekerjaan dilakukan oleh perusahaan dan tenaga kerja China, yang mencerminkan kebijakan 'Go Out' Beijing. 
 
 
 
BBC 

© 2018 Zid World All Rights Reserved. Designed By JoomShaper *