fbpx
Ambisi Pangeran MBS Menjadikan Arab Saudi Negara Islam Moderat

Upaya Pangeran MBS Menjadikan Arab Saudi Negara Islam Moderat

Putra Raja Saudi Salman bin Abdulaziz, Pangeran Mohammed bin Salman, dikenal karena ambisinya yang sangat besar, antara lain membangun megacity futuristik yang dikenal sebagai NEOM.



Pria yang beken dengan sebutan "MBS" itu diketahui menyukai makanan cepat saji dan video game "Call of Duty". Dia juga sangat kaya, memiliki kapal pesiar senilai $500 juta hingga puri istana di Prancis.


Tidak seperti pangeran Saudi lainnya yang berbicara dengan aksen Inggris dan bergaya dengan setelan jas, dan gelar Oxford, MBS menganut akar Badui negara itu, yang terbiasa mengenakan jubah tradisional dan sandal.

Di bawah pemerintahannya, polisi agama kerajaan tidak lagi memiliki wewenang. Bioskop kembali dibuka, turis asing bebas masuk, terselenggaranya festival film, opera, Grand Prix Formula 1, tinju kelas berat, hingga gulat profesional,

Namun, dia juga telah memenjarakan para kritikus dan melakukan upaya pembersihan elit bangsa dengan menahan dan mengancam sekitar 200 pangeran dan pengusaha di hotel Ritz-Carlton Riyadh dalam tindakan keras anti-korupsi 2017.

"MBS adalah karakter yang sangat memecah belah, dipuji oleh para pendukung sebagai pengubah permainan yang telah lama ditunggu-tunggu," tulis Ben Hubbard dalam "MBS: The Rise to Power of Muhammad bin Salman."

"Dia bertekad untuk memberi Saudi masa depan yang cerah, makmur, dan menunjukkan kemauan yang teguh untuk menghancurkan musuh-musuhnya," tambahnya.

Pangeran Mohammed bin Salman telah berjanji untuk membentuk Arab Saudi yang "moderat" dan menarik investor internasional untuk visi 2030 yang luas untuk mendiversifikasi ekonomi tidak hanya bergantung pada minyak.



"Kami ingin menjalani kehidupan normal,” katanya kepada para pemimpin bisnis di Riyadh. "Yang kami lakukan adalah kembali ke diri kami sebelumnya, Islam moderat yang terbuka untuk semua agama dan terbuka untuk dunia."

"Tujuh puluh persen penduduk Saudi berusia di bawah 30 tahun dan sejujurnya, kami tidak akan menghabiskan 30 tahun ke depan hidup kami berurusan dengan ide-ide ekstremis. Kami akan menghancurkan mereka hari ini," ungkap MBS.

Inisiatif MBS yang paling ambisius adalah proyek NEOM senilai $500 miliar di pantai Laut Merah, yang ditenagai oleh energi surya dan dikelola oleh robot, yang digambarkan sang pangeran sebagai "lompatan peradaban bagi kemanusiaan".

Mencerminkan harapan penduduk muda negara itu, Pangeran Mohammed bin Salman telah melonggarkan pembatasan hak-hak perempuan, memungkinkan mereka untuk mengemudi mobil, menghadiri acara olahraga dan konser bersama laki-laki, dan mendapatkan paspor tanpa harus meminta persetujuan wali laki-laki.

Seiring dengan reformasi yang dijalankan MBS, muncul tindakan keras terhadap para pembangkang, termasuk intelektual dan aktivis hak-hak perempuan, bagian dari strategi nyata untuk membasmi jejak oposisi sebelum transfer kekuasaan resmi dari Raja Salman.

Pergeseran ini mungkin merupakan pengakuan bahwa Pangeran Mohammed bin Salman, yang masih berusia 30-an, dapat memerintah Arab Saudi selama setengah abad.

 
dw/zid
Tags: ,