fbpx
Rusia Gunakan Drone Tempur Iran vs Ukraina Andalkan Drone Tempur Turki

Rusia Gunakan Drone Tempur Iran vs Ukraina Andalkan Drone Tempur Turki

Rusia mulai menggunakan drone tempur buatan Iran yang bermuatan rudal presisi tinggi, sedangkan Ukraina mengandalkan drone tempur canggih buatan Turki. 

 

Iran dan Turki kini telah menjadi produsen drone tempur paling canggih di dunia, dan perang Ukraina menjadi ajang pembuktiannya.

 

Haluk Bayraktar, CEO Baykar Turki, pembuat drone tempur yang digunakan oleh Ukraina melawan pasukan Rusia, telah menolak memasok drone Bayraktar TB2 ke Moskow. Kini Iran memasok drone tempur presisi tinggi untuk Rusia. 

 


Dalam sebuah wawancara dengan CNN, Haluk Bayraktar mengatakan Ukraina "di bawah agresi yang sangat berat dan serangan yang tidak proporsional".

Ketika dicecar oleh presenter CNN Julia Chatterley, yang berulang kali bertanya, "Apakah Anda akan memasok Rusia?", Bayraktar menjawab: "Kami belum mengirim atau memasok mereka dengan apa pun, [dan] kami juga tidak akan pernah melakukan hal seperti itu karena kami mendukung Ukraina. , mendukung kedaulatannya, perlawanannya terhadap Rusia demi kemerdekaannya.”

Bayraktar mengatakan dia bangga bahwa Bayraktar TB2 telah menjadi salah satu simbol perlawanan Ukraina melawan Rusia. "Ini sangat menyentuh," katanya.



Penasihat Keamanan Nasional Gedung Putih Jake Sullivan mengatakan informasi intelijen AS menunjukkan Iran melatih pasukan Rusia menggunakan drone tempur bermuatan rudal presisi tinggi buatan Iran.

 
“Informasi kami menunjukkan bahwa pemerintah Iran memasok Rusia hingga beberapa ratus UAV (drone tempur) berkemampuan rudal presisi tinggi dalam waktu yang dipercepat,” kata Sullivan kepada wartawan.

 

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengatakan akreditasi duta besar Iran dicabut dan staf diplomatik Iran di Kyiv dikurangi, sebagai reaksi dari pasukan Rusia menggunakan drone tempur buatan Iran untuk menyerang Ukraina.


“Hari ini tentara Rusia menggunakan drone tempur buatan Iran untuk menyerang wilayah Dnipropetrovsk dan Odesa. Saya menginstruksikan Kementerian Luar Negeri untuk bereaksi keras terhadap fakta ini,” kata Zelenskyy dalam pidatonya.

"Menanggapi tindakan tidak bersahabat seperti itu, pihak Ukraina telah memutuskan untuk mencabut akreditasi duta besar Iran dan juga secara signifikan mengurangi jumlah staf diplomatik kedutaan besar Iran di Kyiv," katanya.

Oleg Nikolenko, juru bicara kementerian luar negeri Ukraina, mengatakan dalam tweet bahwa sebagai tanggapan atas pasokan senjata ke Rusia, “kami mengumumkan pencabutan akreditasi Duta Besar Iran di Kyiv, dan pengurangan signifikan personel diplomatik di kedutaan Iran.”

 
 
 
 
 
CNN, Al Jazeera, Zid World
Tags: , ,