fbpx
Biadab, Aksi Robek dan Injak Al-Qur'an di Belanda

Pemerintah Malaysia dan Turki Murka, Belanda Ijinkan Aksi Robek dan Injak Al-Qur'an

Kementerian Luar Negeri Malaysia dan Turki mengutuk keras penodaan Al-Qur'an yang dirobek dan diinjak oleh aktivis sayap kanan di Belanda.


“Malaysia menegaskan kembali bahwa kefanatikan, rasisme, dan segala bentuk penodaan Kitab Suci, terlepas dari agamanya, tidak dapat diterima dan harus dikutuk,” kata Kemenlu Malaysia.

Hak kebebasan berekspresi melibatkan “tanggung jawab tertentu dan tidak boleh disalahgunakan”, kata kemenlu Malaysia, menyerukan kepada PBB, Organisasi Kerjasama Islam dan Dewan Hak Asasi Manusia PBB untuk “segera menangani” masalah perlindungan kitab suci agama..

 
Kementerian Luar Negeri Turki mengutuk "serangan keji" terhadap kitab suci Al-Qur'an itu, sebagai bukti Islamofobia dan xenofobia di Eropa.
 

Kementerian Luar Negeri Turki mengatakan, Selasa (24/1), pihaknya memanggil duta besar Belanda menyusul demonstrasi yang merobek kitab suci Al-Qur'an, beberapa hari setelah protes serupa di Swedia yang membuat hubungan tegang.

Edwin Wagensveld, pemimpin gerakan sayap kanan Pegida di Belanda merobek lembaran-lembaran Al-Qur'an di dekat parlemen Belanda dan menginjak robekan-robekan tersebut. Polisi melihat kejadian itu tetapi tidak melakukan intervensi.

“Ini tentang kebebasan berekspresi dan saya kira ini seharusnya dilakukan di Belanda,'' kata Wagensveld dalam video yang diposting di situs surat kabar Belanda Algemeen Dagblad.

Kementerian Luar Negeri Turki mengutuk "serangan keji" itu, yang menurutnya sebagai bukti Islamofobia, diskriminasi dan xenofobia di Eropa. Kementerian itu mengatakan kepada duta besar Belanda bahwa mereka mengharapkan tindakan pencegahan yang nyata untuk tidak mengizinkan demonstrasi serupa di masa depan, dan pihak berwenang mengambil tindakan terhadap Wagensveld.

Hubungan antara Turki dan Belanda terpuruk pada 2017 ketika otoritas Belanda melarang pejabat Turki berkampanye untuk referendum di kalangan diaspora Turki di sana. Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menyamakan Belanda dengan Nazi. Kedua negara kemudian menarik pulang duta besar masing-masing.

 

voa, trt

Tags: ,

© 2018 Zid World All Rights Reserved. Designed By JoomShaper *