Bagaimana Putin Mengubah Humor Jadi Senjata Pemerintah Rusia

Mati Ketawa Cara Rusia, Ketika Orang Rusia Mengubah Humor Jadi Senjata Politik

Olga Robinson BBC Monitoring

Editor: Siti Rahmah ZAMANe

 

Pada hari-hari terakhir menjelang bubarnya rezim komunis Uni Soviet, orang-orang Rusia menggunakan humor untuk melepaskan diri dari kenyataan suramnya - ambruknya ekonomi, kekurangan makanan dan krisis politik.


Berikut ini sebuah anekdot yang disadur dari "Mati Ketawa Cara Rusia" dicuitkan jurnalis senior Karni Ilyas di akun twitternya. Apakah karena mirip konsisi Indonesia saat ini?

 

Bagaimana Rusia mengubah lelucon menjadi senjata politik

Humor dan ejekan adalah bagian penting dari bagaimana Moskow menanggapi Inggris, yang mengatakan "sangat mungkin" bahwa Rusia berada di balik peracunan mantan mata-mata Sergei Skripal dan putrinya, Yulia, di Salisbury.

Para pejabat Rusia dan tokoh media sejak itu berusaha untuk mengubah frase bahasa Inggris "sangat mungkin" menjadi slogan mengejek yang menyiratkan Rusia disalahkan untuk segala sesuatu meski hampir tak ada buktinya.

Mereka telah mendaftarkan sejumlah tokoh populer dari kesusastraan Inggris, seperti Hercule Poirot-nya Agatha Christie dan Sherlock Holmes-nya Conan Doyle, untuk mengolok-olok tuduhan Inggris atas keterlibatan Rusia dalam insiden peracunan yang mereka kecam sebagai tidak berdasar.

Roman Dobrokhotov, pemimpin redaksi situs investigasi The Insider yang terlibat dalam pengungkapan salah satu dari dua tersangka peracunan, Anatoliy Chepiga, mengatakan bahwa ejekan semacam itu adalah bentuk trolling yang dirancang untuk "secara sengaja menurunkan tingkat diskusi".


Bagaimana strategi ini bekerja

"Mereka tidak dapat menanggapi secara serius dan langsung pada intinya, sehingga mereka mulai bermain peran. Ini adalah upaya untuk mengejek, untuk mengurangi segalanya menjadi tidak ada apa-apa," kata Dobrokhotov kepada BBC.

Bersamaan dengan teori konspirasi dan narasi yang menyesatkan, menurutnya, taktik "politik humor" semacam ini bertujuan untuk menebarkan keraguan.

Hasilnya adalah banyak yang akan menonton TV dan memutuskan tidak mungkin dapat benar-benar sampai ke dasar dari apa yang terjadi. Dengan kata lain, dia berkata: "tidak ada orang suci, kebenaran itu tidak ada".

Audiens internet juga merupakan target utama untuk teknik ini.

Salah satu hashtag media sosial - #IamFromGRUToo (# ЯтожеИзГРУ dalam bahasa Rusia) - tampaknya terinspirasi oleh gerakan #MeToo. Pengguna Twitter pro-Kremlin mengejek tuduhan Inggris terhadap agen intelijen militer Rusia GRU (sekarang GU).

Salah satu lelucon adalah iklan pekerjaan yang bergurau bahwa GRU "mencari karyawan untuk departemen serangan siber, departemen senjata kimia dan unit ikut campur dalam pemilihan umum. Tidak perlu melamar - kami akan menemukan Anda sendiri".

Ben Nimmo, seorang peneliti Atlantic Council tentang disinformasi Rusia, mengatakan kepada BBC bahwa upaya untuk menciptakan meme lucu adalah bagian dari strategi sebagai "disinformasi untuk era informasi".

Mengapa Putin di luar batas

Ketika Vladimir Putin berkuasa pada tahun 2000, salah satu pemangsa korban pertama adalah acara satir televisi populer Kukly (boneka-boneka), yang saat itu berulang-kali mengolok-ngolok si presiden baru.
The early 2000s satirical Russian puppet show Kukly ("Puppets") mocked President Putin mercilessly, but its days were numbered
GETTY IMAGES
Image captionAcara satir TV populer Kukly ("boneka-boneka") sering kali mengolok-olok Presiden Putin, namun akhirnya berhenti ditayangkan.

Misalnya acara komedi TV yang populer di Rusia, KVN.

Sebuah sketsa komedi mengenai KTT G20 menggambarkan Putin sebagai seorang praktisi judo yang atletis, terampil, yang berlari-lari di arena di sekitar para pemimpin Barat yang tampak canggung dan bodoh.
Generally apolitical, comedy TV show KVN has even been joined on stage by President Putin in personHak atas fotoAFP
Image captionAAAAcara komedi TV KVN bahkan sempat dibintangi Presiden Putin.

"Mereka membawa humor ke dalam," kata penulis Peter Pomerantsev yang sempat merasakan bekerja sebagai produser TV Rusia.

Meskipun humor pernah menjadi ancaman bagi Soviet, pemerintah Rusia kini telah mengubahnya menjadi keuntungan mereka.

"Mereka bukan rezim yang sangat serius dan kaku, mereka melakukan banyak hal dengan cengar-cengir dan kadang-kadang hanya dengan senyuman. Sistem yang memungkinkan sejumlah humor tertentu, di tempat yang dipandang tanpa humor sama sekali."

 

 

© 2018 ZAMANe.id All Rights Reserved. Designed By JoomShaper *