fbpx
Harga gandum dan jagung di pasar global turun, setelah dimulainya ekspor gandum dan jagung Ukraina yang difasilitasi Turki dan PBB, dan kesepakatan terbaru Putin-Erdogan: ekspor hasil pertanian bebas hambatan dari Rusia melalui Turki.
Berbicara tentang diabetes, ada satu kondisi yang selalu mengiringinya, yaitu kadar gula darah...
Desa Turtuk adalah bagian dari Pakistan hingga tahun 1971. Saat perang perbatasan, tentara India...
Ada ribuan triliun planet memenuhi alam semesta. Temuan ini berdasarkan model tiga dimensi dari...
Di Skotlandia ada proyek perumahan untuk warga bokek yang tak punya tempat tinggal. Social Bite...
Melihat Xinjiang, Negeri Uighur yang Kaya Minyak dan Luasnya Tiga Kali Sumatera

Melihat Xinjiang, Negeri Uighur yang Kaya Minyak dan Luasnya Tiga Kali Sumatera


Xinjiang adalah sebuah kawasan besar, luasnya setara dengan tiga pulau Sumatra, atau sama dengan Pakistan dan Afghanistan digabung jadi satu. Sejak dulu, Xinjiang merupakan wilayah penting yang diperebutkan.

 

Ada sekitar 12 juta orang Muslim Uighur tinggal di Xinjiang, yang secara resmi dikenal sebagai Daerah Otonomi Uyghur Xinjiang (XUAR).

Uighur berbicara bahasa mereka sendiri, yang mirip dengan bahasa Turki, dan melihat diri mereka sebagai budaya dan etnis yang dekat dengan negara-negara Asia Tengah. 


Beberapa dekade terakhir telah terlihat migrasi massal Han China (mayoritas etnis China) ke Xinjiang, yang diduga diatur oleh negara untuk melemahkan populasi Uighur di sana.

Aktivis Uighur mengatakan kepada BBC, mereka takut bahwa budaya kelompok itu berada di bawah ancaman penghapusan.

 

Jaringan pipa gas dan minyak dari Xinjiang ke Shanghai

 

Dulu, Xinjiang merupakan urat nadi perdagangan dunia, karena berada di Jalur Sutra. Penduduk asli Xinjiang berasal dari ras-ras Turki yang beragama Islam, terutama suku Uighur dan suku Kazakh.

 


 

Dengan luas 1,6 juta kilometer persegi, Xinjiang setara dengan 17 persen wilayah Cina, dan merupakan wilayah otonomi terbesar di Cina. Namun, hanya lima persen (80 ribu kilometer persegi) wilayahnya yang bisa ditinggali. Meski demikian, wilayah yang hanya lima persen ini setara dengan 100 kali luas Jakarta.

 


 

Sebagian besar wilayah Xinjiang adalah gurun pasir, padang rumput, danau, hutan, dan perbukitan. Xinjiang berada di kaki Gunung Tianshan yang membelah Asia Tengah. Xinjiang berbatasan dengan delapan negara, yaitu Mongolia, Rusia, Kazakhstan, Kyrgyzstan, Tajikistan, Afghanistan, Pakistan, dan India.

 

Xinjiang tidak termasuk yang dikelilingi oleh Tembok Besar yang dibangun dinasti demi dinasti di Cina selama dua ribu tahun. Karena itu, orang-orang Uighur pun menjadikan fakta ini sebagai argumen bahwa tanah mereka bukanlah bagian dari Cina, apalagi mereka pun bukan orang Cina.

 

Mereka mendefinisikan diri mereka sebagai orang Turkistan Timur. Kawasan Xinjiang, dalam sejarah diperintah berbagai kerajaan. Mulai Tocharians, Yuezhi, Kekaisaran Xiongnu, negara Xianbei, Kekaisaran Kushan, Khagan Rouran, Kekaisaran Han, Liang, Qin, Liang Barat, Dinasti Tang, Kekaisaran Tibet, Khagan Uyghur, Khan Kara, Khitan, Kekaisaran Mongol, Dinasti Yuan, Khan Chagatai, Moghulistan, Qaradel, Yuan Selatan, Khan Yarkent, Dinasti Qing, Republik Cina, dan kini Republik Rakyat Cina (RRC).

 

SCMP, Republika, The Economist

Please publish modules in offcanvas position.