Top.Mail.Ru
Gaya Hidup Kemalasan yang Produktif di Kota Wina, Austria

Gaya Hidup Kemalasan yang Produktif di Kota Wina, Austria

Berabad-abad lalu, Wina sangat terkenal sebagai kota yang paling kreatif di dunia. Kota ini telah memberikan dunia Mozart dan Freud, dan sejumlah orang jenius lainnya.



Tetapi Wina memiliki hal lain: kemalasan, atau “kemalasan yang produktif”, ini adalah sebuah pujian, untuk beberapa jenis kemalasan, dan yang patut dikagumi.

Tidak ada ada seorang pun yang terburu-buru di Wina.

 


Nyatanya, perjuangan keras yang dikagumi di tempat lain, tidak disukai di sini. Ini masalah budaya.

Gedung-gedung opera dan ruang-ruang konser tidak dipandang sebagai kesenangan kaum elit, melainkan sebaliknya, merupakan bagian dari kehidupan masyarakat.

 


Bagaimana pun, kota ini indah, gambaran dari efisiensi sekaligus santuy yang nyaris sempurna. Wina mematahkan mitos bahwa Anda harus memilih efisiensi atau bersantai. Anda dapat memiliki keduanya.

Penduduk Wina punya suatu tujuan. Psikolog menjelaskan bahwa kemalasan itu – jenis kemalasan tertentu, pastinya – meningkatkan kreatifitas.

 


Hal ini terjadi selama 'masa inkubasi' dari proses kreatif. Ini adalah ketika kita berhenti membalikkan masalah di pikiran sadar kita dan, sebaliknya, membiarkan pikiran bawah sadar kita mengambil peran.

 


Beberapa penelitian telah menemukan hubungan antara sejenis perilaku yang tampak malas-malasan ini dan terobosan-terobosan kreatif.

Wina secara konsisten berada dalam daftar kota yang paling nyaman ditinggali di dunia, Yuk lihat videonya:

 
 
BBC, DW, The New York Times

© 2018 ZAMANe.id All Rights Reserved. Designed By JoomShaper *