Bergaji Tinggi Tapi Hidup di Kota Industri yang Beku dan Dikepung Polusi Udara

Bergaji Tinggi Tapi Hidup di Kota Industri yang Beku dan Dikepung Polusi Udara

Di salah satu lokasi paling dingin di muka Bumi, kota Norilsk menjadi jantung industri sejak era Uni Soviet. Kini kota Norilsk perlahan sekarat oleh pencemaran lingkungan. Kekayaan yang berlimpah di Norlisk membuat penduduk mengabaikan buruknya kondisi lingkungan. Pendapatan rata-rata warga di sini jauh lebih tinggi ketimbang provinsi lain di Rusia.



Dingin dan Terpencil

Norilsk tidak cuma berstatus kota besar paling utara di Bumi, tetapi juga kota terdingin di dunia dengan suhu rata-rata mencapai minus 10 derajat Celcius dan musim dingin panjang antara Agustus hingga Mei. Tapi kondisi tersebut tidak menyurutkan niat rezim Uni Soviet membangun kota industri buat mendatangkan rezeki. Untuk itu 500.000 narapidana gulag dikerahkan. Sebagian besar mati kelaparan atau kedinginan


Logam Berlimpah

Nafsu besar kepada Norilsk bersumber pada cadangan nikel, Kobalt dan Paladium yang tersimpan dalam jumlah besar di perut Bumi. Aktif beroperasi sejak 1935, setiap tahun kota tersebut menyumbangkan rata-rata 11,5 miliar Dollar AS pada kas negara. Perusahaan lokal bernama Norilsk Nickel terhitung sebagai salah satu produsen logam terbesar di dunia.


Awalnya Dari Keringat Narapidana

Pabrik Nikel di Norlisk mulai dioperasikan pada 1942 oleh narapidana gulag. Tahun 2014, perusahaan tersebut memproduksi 44% jumlah Paladium di dunia, 14% Platinum, 13% Nikel dan 2% tembaga. Semua elemen langka itu diperlukan untuk memproduksi telepon seluler, baterai mobil, hingga mesin cuci.


Petaka Lingkungan

Tapi tidak segalanya menjadi rejeki di Norilsk. Giat industri tidak cuma mendatangkan duit, tetapi juga petaka berupa polusi dan pencemaran. Setiap tahun 1,9 ton belerang dioksida mencemari udara kota. Belum lama ini sungai Daldykan memerah darah akibat kebocoran pada kolam penyimpanan limbah. Tidak heran jika Norilsk digolongkan sebagai salah satu kota paling tercemar di Bumi.


Kuburan Raksasa

Kekayaan yang berlimpah di Norlisk membuat penduduk mengabaikan buruknya kondisi lingkungan. Pendapatan rata-rata warga di sini jauh lebih tinggi ketimbang provinsi lain di Rusia. Tidak jarang perusahaan mengirimkan pegawainya ke laut tengah untuk berlibur di bawah sinar matahari. Tapi tidak banyak yang peduli bahwa angka penderita penyakit pernafasan di Norlisk adalah yang tertinggi di Rusia.


Tanah Beracun

Polusi logam berat di dekat Norilsk yang sangat tinggi mendorong penduduk untuk menambang tanah di permukaan lantaran telah terpapar Platinum dan Paladium dalam konsentrasi tinggi. Sementara emisi belerang dioksida selama puluhan tahun melumat hutan yang dulu mendominasi lanskap di sekitar kota.


Dalam Kegelapan

Lantaran kondisi kerja yang berat setiap buruh tambang mendapat jatah cuti selama 90 hari setahun dan bisa mendapat pensiun dini di usia 45 tahun. Namun tingkat harapan hidup di kota ini cuma berkisar pada usia 50 tahun, 10 tahun lebih rendah dari rata-rata di Rusia. Kondisi tersebut diperberat oleh kerasnya musim dingin. 


Kerusakan Abadi

Pemerintah Rusia akhirnya turun tangan mendesak peremajaan pabrik dan penghijauan kembali lingkungan. Norilsk Nickel juga menutup sejumlah pabrik yang telah menua. Total dana yang dianggarkan untuk menyelamatkan Norlisk mencapai 3,6 milyar Dollar AS. Tapi ilmuwan tidak yakin upaya tersebut akan mampu memperbaiki kerusakan alam yang telah terjadi.
 
 

© 2018 ZAMANe.id All Rights Reserved. Designed By JoomShaper *