Fakta Trenggiling, Hewan Istimewa yang Paling Diburu

Fakta Trenggiling, Hewan Istimewa yang Paling Diburu

Hewan ini diburu karena dagingnya dianggap berkhasiat istimewa, dan kulitnya digunakan untuk membuat obat-obatan. Delapan spesies trenggiling hidup di Afrika dan Asia, dan semuanya dalam bahaya. 

 
Meskipun perdagangan internasional trenggiling dilarang sejak Januari 2017, penyelundupan terus berlanjut.

Di Asia Tenggara, trenggiling Sunda diburu dan diselundupkan melintasi daratan dan lautan ke Vietnam dan Cina di mana daging dan sisik mereka dihargai karena dianggap memiliki khasiat obat.

Trenggiling Sunda adalah binatang soliter dan sukar ditemukan. Mereka melangkah dengan tenang di hutan, sisik coklat mereka merupakan kamuflase yang sempurna di hutan. Mereka dapat bersembunyi di liang atau di atas pohon, tempat yang secara mengejutkan membuat mereka dapat bergerak cepat.

Dari famili trenggiling yang masih eksis, Manidae, ada delapan spesies yang masih bisa ditemukan di seluruh dunia. Sejumlah spesies lainnya sudah punah, setelah melalui evolusi selama 80 juta tahun.


Berkembang Biak dan Mengasuh Anak

Bagi trenggiling tidak ada musim tertentu, di mana mereka berkembang biak. Tiap ekor biasanya hidup sendirian. Untuk berkembangbiak, trengiling jantan biasanya melepas urin di sejumlah tempat untuk menarik betina, dan menunggu sampai ada betina yang datang. Setelah melahirkan anak, ibu trenggiling menggendong anaknya selama tiga bulan di atas ekornya.


Mencari Makan

Trenggiling makan serangga, antara lain semut. Caranya dengan menjulurkan lidah untuk menangkap mangsa, kira-kira sebanyak 70 juta setahun. Jika lidah dijulurkan, panjangnya bisa lebih dari 40 cm, sehingga lebih panjang dari tubuhnya. Trenggiling tidak punya gigi dan tidak bisa mengunyah. Makanan dicerna dengan bantuan protein dalam perut.


Pertahanan dan Perlindungan Diri

Trenggiling disebut "pangolin" dalam bahasa Inggris, yang berasal dari kata "pengguling". Sebutan itu berasal dari cara hewan itu mempertahankan diri, yaitu menggulung diri dalam perlindungan sisik yang mirip baja jika ada ancaman. Trenggiling juga melepas bau busuk untuk menghalau musuh. Tapi kedua cara itu kerap tidak bisa menjaga mereka dari pemburu ilegal.


Musuh Habis Akal

Di samping manusia, musuh utama trenggiling adalah singa, harimau dan macan tutul. Untuk mempertahankan diri, trenggiling hanya perlu menggulung diri. Sisiknya begitu keras sehingga singa pun tidak bisa menggigitnya.


Aktif di Malam Hari

Dari delapan spesies trenggiling hanya satu yang aktif di siang hari, yaitu trenggiling berekor panjang yang hidup di Afrika Barat dan Tengah. Lainnya aktif di malam hari. Yang hidup malam hari punya mata berukuran kecil dibanding besarnya tubuh. Sehingga mereka tidak bisa melihat dengan baik, dan mengandalkan penciuman dan pendengaran untuk mencari makanan.


Memanjat Pohon atau Menggali Lubang

Dengan cakarnya yang panjang dan melengkung, trenggiling bisa memanjat cabang pohon atau menggali lubang bahkan di tanah keras. Spesies yang hidup di Afrika tinggal di pohon-pohon. Trenggiling bisa menggali lubang begitu besar sampai manusia bisa berdiri di dalamnya.


Mamalia Bersisik

Trenggiling adalah satu-satunya mamalia bersisik. Karena mengandung banyak keratin, sisiknya diyakini berkhasiat bagi kecantikan dan kesehatan di sejumlah negara. Ini juga yang sebabkan trenggiling banyak diburu. Tahun 2015 misalnya aparat keamanan Indonesia menyita sedikitnya 125 kg sisik trenggiling, dalam perjalanan ke Hong Kong. Sebagian besar hasil perburuan liar dikirim ke Vietnam dan Cina.


Hidup Lama?

Berapa usia rata-ratanya jika hidup bebas hanya bisa diperkirakan, yaitu 20 tahun. Trenggiling jarang ditemukan di kebun binatang. Dalam kurungan mereka cepat mati karena stres dan kurang makan. Yang paling lama hidup di kebun binatang selama 19 tahun. Foto: seekor anak trenggiling mendapat susu di kebun binatang Bangkok, setelah warga desa menemukannya sendirian di pinggiran kota.


Upaya Pelestarian

Di beberapa negara, upaya pelestarian trenggiling sudah digalakkan. Di Kamboja misalnya ada inisiatif untuk merawat trenggiling yang cedera. Karena jumlah perburuan liar tinggi, sekitar 100.000 ekor per tahun dari Afrika dan Asia, semua spesies trenggiling tercatat dalam daftar merah hewan terancam dari International Union for the Conservation of Nature (IUCN).

dw, bbc, guardian, telegraph
, nationalgeographic
Tags: ,

© 2018 ZAMANe.id All Rights Reserved. Designed By JoomShaper *