fbpx
Unta Bisa Memakan Kaktus Berduri Tajam, Ini Rahasianya

Unta Bisa Memakan Kaktus Berduri Tajam, Ini Rahasianya

Unta sering disebut “kapal gurun”. Menjadi hewan peliharaan sejak lebih dari 3000 tahun yang lalu. Unta mampu menempuh jarak ratusan kilometer tanpa lelah.


Bagian tubuh unta didesain untuk bertahan hidup di wilayah gurun – mulai dari kukunya yang terbelah, bulu mata panjang, hingga mulut yang mampu mengunyah kaktus.

Video dari National Geographic menunjukkan bagaimana dua unta peliharaan – bernama Baby dan Nessie – mengunyah kaktus berduri di Tucson, Arizona. Bibir yang keras namun lentur milik hewan ini, bergerak di atas makanan.


Anda pasti membayangkan betapa sulitnya mengunyah kaktus dengan duri sepanjang enam inci, namun, bagian dalam mulut unta, dipagari dengan struktur berbentuk kerucut bernama papila. Ia dapat ditemukan di bagian dalam mulut, pipi, dan lidah beberapa spesies. Papila memanipulasi makanan agar mengalir ke satu arah (umumnya ke arah perut).

Papila sehat

Alex Warnock, pemilik unta di video tersebut, mengatakan, hewan ini memiliki langit-langit mulut yang keras. Gigi mereka menggiling makanan di balik langit-langit keras itu. “Semacam lumpang dan alu,” ujarnya.

Putaran kunyahan unta membagi tekanan dari kaktus ke papila. Selanjutnya, papila menggeser duri-duri kaktus secara vertikal ke bawah tenggorok. Dengan cara ini, ujung kaktus yang tajam tidak menusuk unta saat ia menelannya.
 
Lihat videonya:


Papila unta mengandung keratin, material sama yang terdapat pada kuku jari tangan kita. Menurut Luis Padilla, direktur kesehatan hewan di Kebun Binatang Saint Louis, strukturnya terasa seperti plastik. Papila yang sehat akan melindungi pipi dan mulut dari goresan dan luka. Sementara, papila tumpul menjadi penanda adanya penyakit.

Hewan lain dan manusia juga memiliki papila. Milik kita berada di bawah lidah, tapi bentuknya lebih kecil dibanding unta karena faktor adaptasi dan perbedaan makanan yang dikonsumsi. Beberapa burung pemakan ikan dan reptil juga memiliki papila di seluruh sistem gastrointestinal mereka.

Warnock mengatakan, ia biasanya memberi makan unta-untanya dengan rumput, semangka, nanas, dan apel. Mereka terbiasa dengan makanan bergizi rendah sehingga Warnock melengkapinya dengan selenium dan vitamin E. Ini dilakukan untuk mencegah penurunan fungsi otot pada unta.
 

NationalGeographic
Tags: ,

© 2018 ZAMANe.id All Rights Reserved. Designed By JoomShaper *