fbpx
Sebuah Kota di Eropa yang Warganya Menyukai Orang Asing

Sebuah Kota di Eropa yang Warganya Menyukai Orang Asing

Lindsey Galloway, BBC Travel


Warga Yunani mengartikan konsep philoxenia sebagai perilaku 'mencintai orang yang tak anda kenal' sehingga orang asing merasa disambut hangat.

Tak banyak kota di dunia yang bisa menyaingi sejarah ibu kota Yunani, Athena, tempat di mana manusia telah tinggal selama ribuan tahun.

Penduduk Athena menciptakan konsep awal demokrasi, drama kuno dan filosofi yang membentuk peradaban Barat, serta bangunan-bangunan klasik yang hingga kini masih menjadi penanda Akropolis.

Di tengah reruntuhan benda-benda kuno, philoxenia juga menjadi satu hal yang selamat dari berabad-abad perjalanan zaman.

Terminologi itu secara sederhana dapat diartikan sebagai 'cintai orang yang tak Anda kenal', tapi warga Athena mengartikannya secara lebih dalam, yaitu kehangatan yang membuat orang asing langsung merasa diterima saat datang ke kota itu.

"Masyarakat setempat sangat ramah dan bersahabat," kata Julian Williams yang pindah dari London ke Athena pada 2009.

Meski lebih dari 4,5 juta orang mengunjungi Athena setiap tahun untuk menyelami masa lalu kota itu, penduduk setempat memiliki banyak hal lain yang dapat membuat para turis itu tinggal lebih lama.

Mengapa orang-orang menyukainya?
 
 
Suasana Athena yang selalu ramai menarik perhatian orang-orang Yunani dari kota lain dan juga para pekerja asing.

"Athena adalah kota yang penuh euforia," kata Chrissy Manika, warga asli Athena, sekaligus penulis blog Travel Passionate.

"Setiap saat Anda keluar rumah, di jam berapa pun, Anda akan melihat kafe dan bar penuh dengan orang-orang yang tengah menikmati suasana," tuturnya.

Manika mengaku senang berkeliling pusat kota yang dikenal sebagai kawasan Plaka, di timur laut Akropolis.

"Dengan keberadaan para turis di tempat itu, Anda akan merasa seolah-olah sedang berlibur di sebuah pulau, terutama jika Anda ke sana saat musim panas.

Warga Athena mendefinisikan 'philoxenia' sebagai kehangatan yang membuat orang asing nyaman dan merasa diterima.

Karena matahari menyinari Athena lebih dari 250 hari, musim panas di kota itu seperti tidak pernah berakhir.

"Dengan standar Amerika Serikat saya, musim panas di Athena berlangsung dari akhir April hingga akhir Oktober," kata Mina Agnos yang tahun 2008 membuka kantor untuk Travelive, biro perjalanan mewah, di Athena.

Cuaca di Athena membuat orang-orang di kota itu dengan mudah menyeberang ke pulau-pulau sekitarnya saat akhir pekan.

Williams merekomendasikan Pulau Hydra yang berjarak 64 kilometer dari sisi selatan Athena. Pulau itu terlarang untuk mobil sehingga turis berkeliling dengan menumpang keledai atau anak kuda, secara santai melihat-lihat kota yang tak memiliki banyak penanda lalu lintas.

Walaupun populer sebagai tempat berlibur selebritas dan artis, pulau itu tetap menjajakan gaya hidup santai, tempat kafe-kafe penuh dengan orang. Ini tentu berkat jumlah hotel yang terbatas di pulau tersebut.

Pegunungan dan hutan di dekat Athena juga mudah dicapai. "Jika Anda ingin keluar dari hiruk-pikuk perkotaan, Anda bisa dengan mudah ke area itu dan merasa seolah Anda sedang berada sangat jauh dari tempat asal Anda," kata Williams.

"Salah satu tempat yang secara rutin saya datangi adalah Gunung Hymettus, lima-enam kilometer dari pusat kota, tempat ideal bagi para pemelihara anjing dan cocok untuk bersepeda."

Seperti apa menetap di Athena?

Meskipun tinggal di kota kuno, penduduk Athena tidak pernah bosan dengan lanskap yang mereka lihat. "Berkendara ke kota, melihat Akropolis atau Kuil Zeus membuat saya menghela napas," kata Agnos.

"Di setiap putaran jalan seperti ada pengingat tentang waktu kita yang terbatas sehingga kita harus bernar-benar menikmatinya," tambah Agnos.

Di antara tempat-tempat kuno, di dekat pemukiman warga, muncul pemandangan sekilas tentang budaya kontemporer Athena.

Penduduk Athena tidak pernah bosen memandang lanskap berisi bangunan kuno di kota mereka.

Hanya beberapa langkah dari Akropolis, terdapat Koukaki, kawasan yang kini mendapat predikat daerah paling keren di Yunani karena keberadaan Museum Seni Kontemporer Nasional, sejumlah restoran modern, dan beberapa kafe yang nyaman.

Untuk suasana yang lebih avant-garde, Williams merekomendasikan kawasan Exarchela yang berjarak satu kilometer dari sisi timur laut Athena.

"Daerah itu memiliki sejarah yang kompleks, gerakan mahasiswa, anarkisme, dan budaya tandingan," kata Williams.

Warga lokal juga mempunyai rahasia yang kerap dilewatkan turis karena fokus mengunjungi museum-museum yang ada.

"Beberapa makanan terlezat ada di pasar yang berada di tengah Athena," kata Katilena Alpe yang pindah dari London sebelas tahun silam.

 
 
 
Tags: , ,

© 2018 ZAMANe.id All Rights Reserved. Designed By JoomShaper *