fbpx
Cleopatra, Ratu Mesir yang Cantik, Lihai Berpolitik dan Gemar Nganu

Cleopatra, Ratu Mesir yang Cantik, Lihai Berpolitik dan Gemar Nganu

Cleopatra menjadi simbol perempuan terkuat, cerdas serta ahli politik terkenal. Dia selain fasih berbicara dalam bahasa Mesir juga mampu menggunakan bahasa Yunani serta tujuh bahasa asing lainnya.

 

Sebagai perempuan tangguh, Cleopatra tidak pernah berhenti belajar. Perempuan nan cantik elok ini juga mempelajari astronomi, matematika, fisika dan filsafat.


Sayangnya, di balik segala kecerdasannya, banyak yang berpendapat bahwa Cleopatra merupakan sosok yang licik karena menghalalkan segala cara untuk memperoleh kekuasaan. Selain itu nafsu birahi Cleopatra sungguh aduh idih, dia memikat dan mengajak uh oh ih siapa pun lelaki yang diminatinya.

Cleopatra bahkan pernah menikahi kedua kakak laki-lakinya, yaitu Ptolemy XIII dan Ptolemy XIV. di usia yang sangat muda. Hal ini tidak bisa ditolak bahkan harus tetap dilakukan oleh keluarga Cleopatra untuk menjaga keturunan tetap memiliki darah bangsawan. Namun, pernikahannya dengan Ptolemy XIII berakhir karena perang saudara dan mengakibatkan kematian.

Cleopatra menjadi simbol perempuan terkuat, cerdas serta ahli politik terkenal sampai Agustus, 30 SM. Dia fasih berbicara dalam bahasa Mesir dan bahasa Yunani, serta tujuh bahasa asing lainnya.

Tidak perlu waktu lama, Cleopatra pun kembali menikah dengan Ptolemy XIV. Semakin licik, Cleopatra akhirnya membunuh Ptolemy XIV beserta adik perempuan karena dianggap menjadi pesaing dalam mendapatkan tahta Mesir Kuno. Cleopatra pun dikenal dengan hubungan cintanya antara Julius Caesar dan Marc Anthony.

Dengan segala kelicikan dan rencana yang Cleopatra miliki, akhirnya dirinya berhasil menjadi ratu terakhir Mesir Kuno. Setelah memperoleh kekuasaan Mesir Kuno, Cleopatra memutuskan membangun berbagai bangunan besar dengan pilar-pilar indah nan megah.

Seperti dilansir historicaleve.com, terdapat sebuah penemuan sarat dengan sejarah. Tepatnya di Alexandria, ibu kota Mesir Kuno pada saat itu, ditemukan sebuah istana megah penuh dengan pilar dan patung milik Cleopatra yang telah dinyatakan hilang. Teori mengatakan bahwa hilangnya istana megah dengan kekayaan arsitektur menawan tersebut karena gempa bumi dan gelombang pasang.

Namun, teori tersebut dibantah oleh seorang arkeolog asal Prancis, Franck Goddio, yang berhasil menemukan dan menerjemahkan teks yang ditulis oleh sejarawan Yunani Kuno Strabo. Franck Goddio menyadari bahwa harta karun, istana Cleopatra, masih tersimpan di suatu tempat.

Keyakinan Franck Goddio yang menggebu dibuktikan dengan pemikiran para filsuf tentang Alexandria. Sebuah kota bernama Antirhodos, sebuah pulau di lepas pantai ibu kota, dianggap sebagai istana sebenarnya sang ratu Cleopatra. Berdasarkan penemuan ini, para peneliti memutuskan melakukan ekspedisi dan menemukan tempat yang hilang yaitu, Kota Atlantis Mesir Kuno.

Pada 1996, ekspedisi percarian Kota Atlantis Mesir Kuno dimulai. Ternyata ada hal berbeda dari naskah yang ditulis oleh Strabo yaitu istana Cleopatra tidak besar. Istana tersbeut sederhana, antara 90 meter kali 30 meter. Lantainya terbuat dari marmer abad ke ketiga SM serta ditemukan beberapa artefak kuno.

Salah satu penemuan penting di Kota Atlantis Mesir Kuno

"Keramik, koin perunggu hingga benda-benda kecil yang ditemukan, sekarang berada di laboratorium dan dirawat. Benda-benda luar biasa yang berhasil ditemukan,” kata Ashraf Abdel Raouf, salah satu peneliti yang terlibat dalam ekspedisi Kota Atlantik Mesir Kuno.

Harta karun yang mencapai 20.000 benda mengungkapkan lebih banyak informasi tentang ribuan tahun sejarah Mesir. Selain patung-patung kolosal lainnya, terdapat sebuah patung kolosal yang menarik. Patung yang terbuat dari batu granit dan mewakili penguasa Ptolemeus, yaitu ayah Cleopatra, Ptolemy XII Auletes.

Penemuan lainnya adalah sphinx di bawah air yaitu satu, besar dan mewakili dewi keibuan dan kesuburan Mesir, Isis. Para peneliti menemukan patung kepala yang dipercaya para peneliti patung tersebut adalah Ptolemy XV Caesar, putra dari Cleopatra dan Julius Caesar.

“Banyak peninggalan menarik, huruf besar dan kecil, blok granit, dan lainnya," kata Rauf. "Kami akan menempatkan penemuan tersebut sebagai bagian dari dasar museum bawah laut sehingga orang lain dapat menyelam ke area ini dan melihat secara langsung”.

Raouf begitu bahagia menceritakan tentang ekspedisinya.
 

© 2018 ZAMANe.id All Rights Reserved. Designed By JoomShaper *