fbpx
Ke Mana Perginya 10 Suku Israel yang Hilang? Ke Afghanistan, Rusia, China, Korea dan Jepang

Ke Mana Perginya 10 Suku Israel yang Hilang? Ke Afghanistan, Rusia, China, Korea dan Jepang

Israel sekarang hanya terdiri atas dua suku, yakni Yehuda dan Benjamin. Namun, sebenarnya ada 12 suku asli Israel, lalu ke mana 10 suku lainnya?


Sejarah Israel bermula dari: Istri Nabi Ibrahim, Siti Hajar, melahirkan Ismail. Sedangkan Istri Nabi Ibrahim lainnya, Siti Sarah melahirkan Ishak yang kemudian menurunkan Ya'kub alias Israel. Ya'kub mempunyai 12 anak yang menurunkan 12 suku Israel.

 

Pembagian Bani Israel dalam dua belas suku keturunan dari dua belas putra Ya'kub:

1. Ruben
2. Simeon
3. Lewi
4. Yehuda
5. Isakhar
6. Zebulon
7. Dan
8. Naftali
9. Gad
10. Asyer
11. Yusuf (Nabi Yusuf)
12. Benyamin

 

Setelah Raja Salomo (Nabi Sulaiman) wafat, negara Israel pecah menjadi dua bagian. Bagian Selatan terdiri dari dua suku yaitu Yehuda dan Benjamin yang kemudian dikenal dengan nama Yehuda atau Yahudi. Kerajaan Selatan ini disebut Yehudah, ibukotanya Yerusalem, dan daerahnya dinamai Yudea. Bagian utara terdiri dari 10 suku, disebut sebagai Kerajaan Israel.


Dalam perjalanan sejarahnya, 10 suku Israel kehilangan identitas kesukuan mereka. Kerajaan utara Israel tidak lama bertahan sebagai sebuah negara dan hilang dari sejarah. Ketika penaklukan oleh bangsa Assyria, banyak orang Kerajaan Utara Israel yang ditawan dan dibawa ke sebelah selatan laut Hitam sebagai budak. Sebagian lagi lari meninggalkan asalnya untuk menghindari perbudakan.

Sementara itu Kerajaan Yehudah tetap eksis hingga kedatangan bangsa Romawi. Setelah pemusnahan Yerusalem oleh bala tentara Romawi yang dipimpin oleh Jenderal Titus, orang-orang Yehudah pun banyak yang meninggalkan negerinya dan menetap di negara lain, terserak terpencar di seluruh dunia.

Sebelum itu, ketika masa pembuangan ke Babilon berakhir dan orang-orang Yehudah atau disebut Yahudi diijinkan kembali ke negerinya, sepuluh suku Israel dari Kerajaan Utara memilih tidak pulang tetapi meneruskan petualangan mereka ke arah Timur. Demikian juga dengan mereka yang diperbudak di selatan laut Hitam, setelah masa perbudakan selesai, tidak diketahui ke mana mereka pergi melanjutkan hidup.

Dengan demikian banyak di antara bangsa Israel kuno kemudian kehilangan identitas mereka sebagai orang Israel.

 

Saat ini di negara Israel ada sekelompok kecil orang Israel yang berkulit hitam. Mereka adalah suku Falasha, yang sebelum berimigrasi ke Israel hidup di Ethiopia selama ratusan generasi. Fisik mereka persis seperti Negro dengan segala spesifikasinya yaitu kulit hitam legam, bibir tebal, rambut keriting.

Mereka mengklaim diri mereka sebagai keturunan Israel atau disebut Beta Israel, dan dengan bukti-bukti yang dimiliki, mereka mampu memenuhi seluruh kriteria yang dituntut oleh Pemerintah Israel yang merupakan syarat mutlak supaya diakui sebagai Israel perantauan. Setelah memperoleh pengakuan sebagai keturunan Israel, sebagian dari mereka kembali ke 'Tanah Perjanjian' dengan transportasi dan biaya yang disediakan oleh Pemerintah Israel. Itulah sebabnya mengapa ada Israel hitam.

Mereka seperti orang Negro karena intermarriage dengan perempuan- perempuan lokal sejak kakek moyang mereka pergi ke Ethiopia. Kita tahu bahwa bahwa Ethiopia adalah salah satu negara yang penduduknya mayoritas Kristen yang paling tua didunia. Sebelum era Kristen sudah ada penganut Yudaisme di sana. Walaupun banyak yang kembali, sebagian lagi tetap memilih menetap di negeri itu, dan merekalah yang menjaga dan memelihara Tabut Perjanjian yang ada di sana.

Bahwa Bani Israel juga datang dan bermukim di Jepang Kuno, Korea, serta Asia Tenggara.

Keyakinan tetap bertahan bahwa suatu hari 10 suku yang hilang akan ditemukan. Bahkan pencarian untuk sepuluh suku hilang ini telah dilakukan di hampir setiap sudut bumi.

Afghanistan

Berbagai suku Afganistan, khususnya kaum Pathan, telah menjadi perhatian bagi para pencari sepuluh suku hilang.

Henry Walter Bellew (1834-1892), seorang ahli bedah Inggris kelahiran India menjabarkan asumsinya itu.

Dia menemukan kemiripan antara nama tempat dalam alkitab, kata-kata Ibrani dan nama tempat lokal di Afghanistan serta beberapa kata dari bahasa dan dialek yang diucapkanya.

Bukti ini ditunjukkan oleh beberapa nama suku seperti suku shinwari adalah Shimeon, suku Levani - Lewi, suku Daftani - Naftali, suku Jaji - Gad, suku Ashuri - Asher, suku Yusuf Su, anak-anak Yusuf, dan seterusnya.
 

Namun hingga kini asal usul Pathan masih diperdebatkan. Bukti linguistik menunjukkan keturunan Indo-Eropa, sementara beberapa silsilah suku mengklaim hubungan Semit. Wilayah Afganistan, Iran timur, dan India barat merupakan wilayah yang paling banyak diserbu dalam sejarah sehingga Pathan saat ini mungkin merupakan kelompok yang heterogen. 

 
Referensi sejarah pertama ke Pathan (AD. 982) mengacu pada warga Afghanistan yang tinggal di Pegunungan Sulaiman. Dampak signifikan pertama yang mereka miliki di luar daerah itu adalah sebagai pasukan dalam pasukan Mahmud of Ghazni, seorang Muslim Turki, yang memimpin sejumlah invasi terhadap raja-raja Hindu di India utara sekitar tahun 1000 Masehi. 
 

Jepang dan Korea

Teori ini dirumuskan oleh N. McLeod, seorang misionaris Skotlandia yang tiba di Jepang pada tahun 1867.

Kuil Jepang dibangun dari cedar, katanya, seperti halnya Kuil Yahudi, dan orang Yahudi membawa Tabut Tuhan seperti yang dilakukan orang Jepang dengan mikoshi mereka (kuil portabel).

McLeod percaya orang-orang Yahudi melintasi Asia, masuk ke China, Jepang dan Korea, dan kemudian, dipimpin oleh seorang pemimpin Yahudi-Korea yang dikenal sebagai Kaisar Jimmu.

Rusia

Rusia bagian selatan dan daerah di sekitar Laut Kaspia berada di pusat Kekaisaran Khazar pada Abad Pertengahan awal.

Keberadaan dan kemajuan orang-orang Khazar mengindikasikan akulturasi Yahudi Diaspora (yang melek huruf dan berteknologi) dengan suku Turki-Mongol yang buta huruf dan bergaya-hidup nomad.

Selain itu, komunitas Yahudi di Kaukasus seperti Yahudi Georgia atau Yahudi Dagestan, juga dikenal sebagai Yahudi Gunung, terhubung dengan Sepuluh Suku Hilang.
 
Tiongkok
 

Ada pula penduduk di daerah Tiongkok barat, diterima sebagai puak Cina, tetapi secara umum profil wajah mereka agak berbeda dengan penduduk Cina pada umumnya. Perawakan mereka lebih besar, hidung agak mancung, namun berkulit kuning dan bermata sipit. Mereka menyembah Tuhan yang bernama Yahwe. Sangat mungkin mereka adalah keturunan sepuluh suku Israel yang hilang yang telah kawin campur dengan penduduk lokal sehingga kulit dan mata menjadi seperti penduduk asli. 

 

 

Wanita suku Mosuo, di lembah Yunnan barat daya Cina, memiliki hak lebih dominan dibandingkan pria, dan uniknya, wanita Mosuo boleh gonta ganti pasangan nganu dengan bebas, sampai hamil pun tidak perlu ada pernikahan. Mungkinkah juga keturunan 10 suku Israel yang hilang? Baca Selengkapnya:

 

Juga tentang siapa yang berkuasa di Israel saat ini:

 

britannica.com,bh.org.il - The Vintage News

Tags: ,

© 2018 Zid World All Rights Reserved. Designed By JoomShaper *