Presentasi dengan Teknik Retorika Steve Jobs, Kombinasi Ethos, Pathos, dan Logos yang Memukau

Presentasi dengan Teknik Retorika Steve Jobs, Kombinasi Ethos, Pathos, dan Logos yang Memukau

Riset terhadap Steve Jobs menunjukkan bahwa kharisma bukanlah kualitas atau bakat bawaan, seperti anggapan banyak orang selama ini, melainkan sesuatu yang bisa kita bentuk.

 

Kharisma ternyata bisa dipandang sebagai konsekuensi dari hubungan antara seorang pembicara dengan audiens (yang melihatnya) dan konteks (yang dialaminya).

 

Betapa pentingnya bagi kita untuk menentukan dulu tema inti yang ingin disampaikan, setelah itu baru pikirkan cara untuk menyampaikannya di berbagai acara publik.
 
Gunakan strategi kombinasi antara ethos, pathos, dan logos dengan tingkat dominasi yang berbeda-beda sesuai konteks.

Faktor pendorong dalam retorika Steve Jobs adalah ethos-nya, yang sangat mempengaruhi seberapa besar ia memakai logos dan pathos-nya.
 
Ketika ethos (kredibilitasnya) rendah, Jobs akan meningkatkan pathos (mencoba mengambil simpati) dan menurunkan logos (argumen yang bersifat baku).

Kita dapat belajar dari Steve Jobs; memahami level ethos kita di hadapan audiens, lalu menentukan kombinasi yang tepat antara pathos dan logos dalam retorika.

 
Di samping meramu dosis antara tiga pedoman Aristoteles itu, Jobs pun memanfaatkan strategi retorika seperti amplifikasi, repetisi, dan re-framing (membingkai ulang) topik supaya sesuai dengan pesan yang ingin disampaikan.

 


  
 
Anita Fransiska
Loizos Heracleous, Laura Klaering - Charismatic Leadership and Rhetorical Competence: An Analysis of Steve Job's Rhetoric

© 2018 ZAMANe.id All Rights Reserved. Designed By JoomShaper *