Studi: Berbuat Baik Benar-Benar Membuat Kita Bahagia

Studi: Berbuat Baik Benar-Benar Membuat Kita Bahagia

Share

Penelitian menunjukkan bahwa berbuat baik pada orang lain, benar-benar membuat kita bahagia. Memutuskan untuk bermurah hati dan memahami orang lain, mengaktifkan area di otak bernama striatum.


Menariknya, area ini juga merespons hal-hal yang kita anggap bermanfaat – seperti makanan enak hingga obat-obatan yang membuat nyaman. Perasaan baik setelah menolong orang lain memiliki istilah ‘cahaya hangat’. Aktivitas yang kita lihat di striatum merupakan dasar biologis dari perasaan baik tersebut.

Penelitian psikologi menunjukkan kaitan antara kebaikan dan kesehatan mental sepanjang hidup.

Mengapa berbuat baik bisa membuat kita bahagia? Ada beberapa mekanisme yang terlibat dan bagaimana itu membuat perasaan kita lebih baik bergantung pada kepribadian masing-masing orang.

Senyum yang menular

Salah satu contoh berbuat baik adalah bisa membuat orang lain tersenyum. Jika kita melihat senyum mereka secara langsung, kita pun bisa ikut bahagia.

Teori kunci mengenai bagaimana kita memahami orang lain dalam ilmu saraf menyatakan bahwa melihat orang lain menunjukkan emosinya, mengaktifkan area yang sama di otak seolah-olah kita merasakannya juga.

Anda mungkin pernah ikut tertawa hanya karena orang-orang di sekitar Anda melakukan hal tersebut.

Melakukan sesuatu yang benar

Melakukan kebaikan untuk menghibur orang yang sedih bisa membuat perasaan kita lebih nyaman. Alasannya, karena kita merasakan kelegaan yang sama seperti mereka. Juga karena menganggap telah melakukan sesuatu yang benar.

Efeknya akan lebih kuat jika terjadi pada orang-orang terdekat. Meskipun begitu, ini juga berlaku setelah kita membantu hal-hal terkait masalah kemanusiaan, seperti kemiskinan dan perubahan iklim.

Terlibat dalam penggalangan dana untuk amal memiliki dampak positif pada diri kita: yakni, bisa memperbaiki mood.

Menciptakan koneksi

Berbuat baik membuka banyak kemungkinan baru dan mengembangkan hubungan sosial dengan orang lain. Tindakan baik hati bisa menguatkan pertemanan. Efeknya untuk diri sendiri: membuat mood lebih baik.

Sama halnya dengan kegiatan amal yang menawarkan kesempatan untuk terhubung dengan orang lain melalui donasi, membuka lingkaran sosial baru. Baik bagi diri sendiri, dan orang-orang yang telah kita bantu.

Dalam sebuah studi, anak-anak kelas satu SMP bahkan bisa memahami bahwa kebaikan bisa membuat kita jadi ‘pribadi yang lebih baik dan lengkap’, mengarahkan pada perasaan bahagia.

Kebaikan bisa datang kembali

Penelitian psikologi menunjukkan bahwa kebaikan bisa kembali kepada kita. Ini bisa terjadi secara langsung atau tidak.

Seseorang mungkin ingat bahwa Anda pernah menolongnya, maka ia mungkin membantu Anda di kemudian hari. Bisa jadi, kebaikan seseorang dalam sebuah kelompok meningkatkan semangat yang lainnya untuk melakukan hal yang sama.

Tidak hanya itu, berbuat baik juga bisa meningkatkan mood. Dan memiliki mood yang baik membuat kita jadi orang yang baik hati. Jadi, kebaikan dan kebahagiaan sebenarnya merupakan hubungan dua arah yang saling berefek.

 
 

Bagikan Via WhatsApp, Twitter, Facebook

© 2018 Zamane.id All Rights Reserved. Designed By JoomShaper *