fbpx
Studi Perbuatan Baik Dari Sudut Ilmu Pengetahuan: Berbuat Baik

Studi Perbuatan Baik Dari Sudut Ilmu Pengetahuan: Berbuat Baik adalah Kebahagiaan

Para ilmuwan mengatakan berbuat kebaikan bisa membuat Anda hidup lebih sehat dan bahagia."Kami melihat dari sudut pandang ilmu pengetahuan. Kami membicarakan psikologi, biologi, interaksi sosial yang positif," kata Daniel Fessler, direktur institut Bedari Kindness, University of California, Los Angeles (UCLA), AS.

Fessler mengkaji bagaimana orang dapat termotivas menjadi orang baik, hanya dengan menyaksikan tindakan baik.

"Kita hidup dalam zaman tidak baik saat ini," katanya, "yang kita saksikan adalah konflik antar orang yang berbeda pandangan politik atau agama."

Kebaikan, katanya, adalah "pikiran, perasaan dan keyakinan yang berhubungan dengan tindakan yang bertujuan untuk menguntungkan orang lain, itu adalah tujuannya, bukannya cara untuk meraih tujuan".

Sebaliknya ketidakbaikan adalah "sikap tidak toleran, yang mengabaikan hak orang lain".
Rezim penguasa yang mengabaikan hak-hak rakyat adalah rezim intoleran yang membuat rakyat tidak bahagia.
 
 
  • Antropolog mengkaji bagaimana kebaikan menyebar di antara orang
  • Sosiolog menganalisis bagaimana orang yang bertingkah laku tidak baik dapat didorong menjadi baik
  • Psikolog meneliti bagaimana kebaikan dapat memperbaiki suasana hati dan mengurangi gejala depresi
 
Fessler mengatakan telah diketahui bahwa stres negatif - yang membuat Anda tidak bisa melakukan apapun, berbeda dengan stres "baik", seperti ketika melakukan kegiatan yang menantang tetapi memuaskan, seperti panjat tebing - buruk bagi Anda.

"Hidup dengan orang yang memperlakukan Anda dengan buruk akan mempersingkat hidup Anda," katanya.

"Sebaliknya, menerima kebaikan dari orang lain dan memberikan kebaikan, keduanya adalah kebalikan dari keadaan stres yang toksik. Ini baik untuk Anda."

Bahkan interaksi yang sepertinya remeh, seperti saat barista di kafe tersenyum dan menanyakan keadaan Anda, dapat memperbaiki kesehatan seseorang.

"Menyebarkan kebaikan, memikirkan bagaimana memberikan kebaikan kepada orang lain, menurunkan tekanan darah. Ini ada keuntungan kesehatannya," katanya.

'Pesan penting'

Kelli Harding dari Columbia University meneliti gejala ini dalam bukunya, The Rabbit Effect.

Dia mengatakan: "Kebaikan membantu sistem kekebalan, tekanan darah, membantu orang hidup lebih panjang dan lebih baik."

Saat menjelaskan judul bukunya, Kelli mengatakan: "Saya mendengar kajian tentang kelinci, di tahun 1970-an. Satu kelompok mendapatkan hasil yang lebih baik dan mereka ingin mengetahui apa yang terjadi. Ternyata kelinci dengan hasil yang baik dipelihara oleh peneliti yang benar-benar baik hati.

"Sebagai seorang dokter, saya sangat terkejut. Saya pikir terdapat sebuah pesan penting."

Kebaikan, katanya, "dapat membawa perubahan dan membantu orang menghadapi berbagai hal di dunia".

Sering kali lebih mudah berbuat baik kepada orang lain dari pada bagi diri kita, katanya.

"Terdapat banyak cara untuk berbuat baik kepada diri kita dan orang lain. Di tempat kerja, di sekolah dan di rumah, berbuat baik akan membawa hal-hal baik," katanya.

"Bidang kedokteran dan teknologi semakin membaik tetapi Anda tidak bisa menggantikan kebaikan seorang perawat. Hubungan kesehatan jiwa dan fisik sangatlah penting."

Darnell Hunt, dekan ilmu sosial UCLA, mengatakan ia menginginkan institut ini menjadi suatu hal berbeda "di tengah-tengah politik dunia, kekerasan dan masalah".

"Kita hidup dalam zaman di mana ada kebutuhan untuk mengkaji berbagai hal yang membuat kita menjadi manusia dan masyarakat yang lebih manusiawi," katanya.

"Kita hidup dalam masa polarisasi politik, di zaman berkurangnya interaksi langsung antar manusia."

Ketika orang menyaksikan kebaikan, mereka terinspirasi untuk meniru tindakan itu, katanya - tetapi kita tetap berusaha memahami mekanisme kebaikan.

"Ini bukanlah kasus di menara gading. Kami ingin menerjemahkan penelitian ini sehingga orang di dunia dapat menghasilkan sebuah kebijakan dan membawa perubahan."
 
 
 

Lauren Turner BBC News, Washington. 

Editor: Siti Rahmah Zid Word

Sumber: BBC News