Lawan Virus Corona, Dokter di Cina Gunakan Ramuan Tradisional: Sup Jahe dll

Lawan Virus Corona, Dokter di Cina Gunakan Ramuan Tradisional: Sup Jahe dll

Sejumlah dokter di Cina beralih ke pendekatan tradisional guna mengobati gejala penyakit akibat virus corona.


Dalam sebuah artikel yang baru-baru ini dipublikasikan di akun WeChat untuk berita medis, Tang Ying, direktur sebuah rumah sakit di provinsi Henan, menjelaskan cara untuk melindungi para dokter dari virus corona jenis baru atau COVID-19 , yaitu dengan mengonsumsi obat tradisional Cina.

Para staf administrasi yang tidak secara langsung berhubungan dengan pasien dianjurkan meminum sup jahe kering yang dicampur dengan akar manis. Sedangkan dokter yang bekerja di klinik harus meminum Guizhi Tang atau formula yang berbahan dasar kayu manis. Selain itu wajib juga meminum ramuan jamur Fuling dan Bai Zhu, sejenis ramuan yang sering digunakan dalam pengobatan tradisional Cina. Ramuan-ramuan ini dipercaya dapat melindungi kekebalan tubuh hingga memperkuat fungsi limpa.

"Kali ini di garda depan medan perang melawan virus corona jenis baru, pengobatan Cina tidak boleh absen," tulis Tang Ying.

Pendekatan tradisional ini sejalan dengan rekomendasi pemerintah Cina untuk mengobati gejala virus. Komisi Kesehatan Nasional Cina pada pekan lalu menerbitkan saran, diantaranya untuk menambahkan bahan yang biasa digunakan oleh praktisi pengobatan tradisional selain juga obat-obatan barat.

"Ada perdebatan mengenai apa yang diidentifikasi dalam pengobatan (modern) dan apa yang diidentifikasi dalam (pengobatan) kami," Shelley Ochs, praktisi pengobatan tradisional Cina Beijing mengatakan kepada DW.

Shelley Ochs sendiri memperoleh gelar doktor dari Akademi Ilmu Pengetahuan Medis Cina. Ia mengatakan bahwa para profesional yang terlatih dalam pengobatan tradisional Cina memiliki serangkaian pertimbangan berbeda dalam mengidentifikasi, memerangi, dan mencegah penyakit.

"Kami menargetkan gejala-gejala yang ditunjukkan oleh seseorang dan kami menargetkan seluruh polanya."

Ketika menghadapi wabah SARS pada 2003 lalu, Komisi Kesehatan juga mempromosikan penggunaan obat tradisional bagi pasien yang menderita kerusakan tulang akibat efek samping penggunaan steroid.

Penggunaan obat-obatan tradisional ini merupakan upaya pemerintah untuk meremajakan dan menyebarkan praktik pengobatan tradisional. Kantor Informasi Dewan Negara Cina memperkirakan pasar ini pada tahun 2020 akan mencapai omzet sebesar 397 miliar euro (Rp 5,9 kuadriliun).

Pakai pendekatan campuran

 

Belum adanya kepastian tentang pengobatan virus corona jenis baru ini membuat Shelley Ochs melakukan pendekatan campuran untuk mengobati gejala, tergantung tingkat keparahannya.

Setidaknya Shelley Ochs yakin dengan kemanjuran pengobatan tradisional untuk menjaga keluarganya. Mereka minum jus pir untuk melembabkan paru-paru, makan bubur untuk menjaga kesehatan sistem pencernaan, dan mengonsumsi Yu Ping Feng San, formula herbal untuk memperkuat kekebalan tubuh ketika menunjukkan tanda-tanda pilek.

Shelley Ochs mengatakan bahwa dirinya "benar-benar akan mempertimbangkan apa yang kita ketahui tentang manifestasi suatu penyakit." Ia juga menegaskan bahwa menggunakan obat tradisional tidak berarti dia mengabaikan ilmu pengetahuan yang datang dari bidang lain. "Itu akan merugikan pasienmu," ujarnya.

 

  

Bagikan Via WhatsApp, Twitter, Facebook

 

© 2018 ZAMANe.id All Rights Reserved. Designed By JoomShaper *