fbpx
Yuk Tingkatkan Kinerja dengan Bioritme, Ini Caranya

Tingkatkan Kinerja dengan Bioritme, Ini Caranya

Bekerja nonstop bukan cara terbaik untuk meningkatkan produktivitas. Manusia dipengaruhi bioritme. Riset chrono biologi menujukkan pembagian waktu jadi faktor penting untuk mendongkrak prestasi.



Bekerja pada Waktu yang Tepat


Berdasar bioritme, manusia dibagi dua tipe jam tubuh: yang aktif pagi dan yang aktif lebih siang. Yang bertipe aktif pagi, kinerja tertinggi tercapai pagi dan sesaat setelah tengah hari. Pada tipe aktif siang, puncak kinerjanya pada saat sebelum tengah hari dan pada petang hari. Karena kebanyakan manusia berkondisi diantara kedua tipe itu, waktu kerja fleksibel amat mendukung raihan prestasi.

Tidur Cukup

Chrono-tipe aktif pagi amat jarang, hanya sekitar 7 persen populasi. Kebanyakan orang baru aktif tengah hari. Dengan menggeser waktu mulai kerja atau masuk sekolah 30 menit lebih lambat, terlihat peningkatan prestasi signifikan. Penyebabnya: pekerja dan siswa bisa tidur lebih panjang. Dampaknya, mereka lebih sehat, lebih berkonsentrasi dan lebih ceria.

Ambil Jeda

Ritme tubuh menurunkan konsentrasi setiap 90 menit, dan setelah bekerja 4 jam, saatnya kita ambil jeda. Kita bisa makan siang dengan tenang, jalan sebentar menikmati cahaya matahari atau tidur siang pendek. Seusai jeda biasanya prestasi kembali meningkat.

Gunakan Waktu Luang Intensif

Nikmati seintensif mungkin waktu luang sependek apapun. Tidur cukup dan jika memungkinkan ambil waktu luang di pagi hari di udara terbuka. Ini akan mendorong jam tubuh menjadi lebih aktif, kata pakar chrono-biologi Till Roenneberg. Saat kerja, kinerja juga meningkat.

Waktu Makan yang Tepat

Bagi jam dalam organ tubuh, saat menyerap makanan memainkan peranan penting untuk mendorong prestasi. Pagi dan siang hari hendaknya menyantap makanan kaya energi, agar prestasi tetap tinggi. Di malam hari saat rehat, lebih sehat makan yang lebih ringan, karena tubuh tidak dituntut mendorong kinerja.