fbpx
Neng, Ternyata Lelaki Gampang Kesepian dan ...

Neng, Ternyata Lelaki Gampang Kesepian dan ...

Pria lebih sulit bersosialisasi dibanding perempuan, sehingga cenderung gampang merasa kesepian dan merusak sirkuit sosial dalam otak. 

 
Pria yang memiliki hubungan pernikahan yang rukun cenderung hidup lebih sehat dan level hormonnya mengindikasikan pengurangan rasa cemas.

Butuh pasangan

Ketidakmampuan untuk setia pada pria biasanya hanya hingga mencapai usia 30. Ini menurut studi di Bolivia tahun 2007. Setelah itu, pria berfokus pada mencari nafkah untuk keluarga. Beberapa pria memang sulit berkomitmen. Ini mungkin masalah genetika. Menurut studi dari tahun 2008, pria yang tidak memiliki "gen promiskuitas", kurang lebih 60 persen populasi, lebih besar peluangnya untuk menikah.

Libido tinggi

Testoteron tidak hanya berhubungan dengan sikap agresif, melainkan juga hormon libido. Libido pria enam kali lebih tinggi dibanding perempuan.

Lebih emosional

Bayi laki-laki lebih ekspresif secara emosional dibanding bayi perempuan. Pria dewasa juga memiliki reaksi emosional yang sedikit lebih tinggi dibanding wanita - namun hanya sampai mereka menyadari perasaan tersebut. Menurut studi tahun 2008, begitu emosi mencapai tingkat kesadaran, pria langsung memasang topeng emosi yang berbeda dan tidak menunjukkannya.

Ikut merasa hamil

Beberapa bulan menjelang jadi ayah, otak pria siap untuk bekerjasama. Calon ayah mengalami perubahan hormon - prolaktin naik, testoterton turun - ini memicu perilaku sebagai ayah

Hierarki harus jelas

Jenjang jabatan yang tidak stabil bisa menyebabkan kecemasan pada pria. Tapi rantai komando yang jelas, seperti yang dipraktekkan di militer dan tempat kerja lainnya, mampu mengurangi testoteron dan sikap agresif pria.

Sistem otak

Sistem empati otak pria tidak merespon jika lawan bicaranya tampak stres atau bermasalah. Tapi bagian otak yang ingin 'membenahi' langsug terstimulasi. Pria cenderung ingin menyelesaikan masalah, dibanding menunjukkan sikap solidaritas.
 

 

 

dw/zid

Tags: