Sering Kesulitan Mengingat Nama Seseorang? Ini Sebabnya dan Cara Mengatasinya

Sering Kesulitan Mengingat Nama Seseorang? Ini Sebabnya dan Cara Mengatasinya

Pernahkah Anda kesulitan mengingat nama seseorang? Kesulitan mengingat sebuah kata atau nama mungkin bukan pertanda ingatan yang buruk dan ada cara mudah untuk mencegahnya.



Mungkin Anda dapat membayangkan wajah orang itu di benak Anda dan Anda akan segera mengenali namanya jika seorang teman menyebutkannya kepada Anda.

Meskipun ini sering terjadi pada nama orang, kata-kata benda tertentu seringkali juga sulit diingat.

Bukan karena Anda tidak dapat mengingatnya, tetapi Anda tidak dapat menemukan kata yang tepat.

Hal ini bisa berlangsung dari sepersekian detik hingga beberapa menit atau bahkan beberapa jam, dan bisa jadi sangat menjengkelkan.

Dalam kasus seperti itu, seseorang yakin dia tahu kata yang sedang dicarinya.

Seakan-akan kata itu ada di ujung lidahnya, tapi karena alasan tertentu mereka tak dapat mengingatnya.

Psikolog menyebut pengalaman seperti itu sebagai kondisi tip-of-the-tongue (TOT- di ujung lidah).

Metode alternatif untuk mempelajari pencarian kata adalah dengan secara eksperimental yang menyebabkan keadaan TOT.

Metode untuk melakukan ini dikembangkan oleh psikolog Roger Brown dan David McNeill di Universitas Harvard.

Mereka menemukan bahwa memberikan definisi sebuah kata yang tidak umum dalam bahasa Inggris dari kamus kepada peserta, sering kali akan memicu kesulitan pencarian kata.

Contohnya: "Instrumen navigasi yang digunakan untuk mengukur jarak sudut, terutama ketinggian Matahari, Bulan, dan bintang di laut".

(Jika contoh ini kondisi TOT untuk Anda, maka kata yang Anda cari adalah "sextant".)

Dalam studi ini, peserta seringkali mampu memberikan kata yang diinginkan tanpa kesulitan.

Pada kesempatan lain, subjek tidak tahu kata apa yang menggambarkan definisi tersebut.

Namun, jika mereka ada dalam keadaan TOT, Brown dan McNeill akan mengajukan pertanyaan tambahan pada mereka.

Para peneliti menemukan bahwa, dalam keadaan seperti itu, orang dapat menyebutkan sebagian informasi tentang kata yang dicari, bahkan ketika mereka tak dapat menyebutkan kata itu.

Misalnya, peserta menunjukkan kinerja yang jauh lebih baik ketika diminta untuk menebak berapa suku kata yang dimiliki kata tersebut atau diminta menebak huruf pertama kata itu.

Dan tidak mengherankan, ketika orang melakukan kesalahan, mereka sering menghasilkan kata-kata yang memiliki arti serupa.

Saat diberi definisi untuk "sextant", peserta terkadang menjawab dengan "astrolabe" atau "compass".

Namun, terkadang mereka juga menyebut kata-kata yang terdengar seperti istilah yang dimaksudkan, seperti "sextet" dan "sexton".

Seperti banyak masalah terkait penuaan kognitif kita dapat melihat peningkatan keadaan TOT sebagai gelas setengah kosong atau setengah penuh.

Di satu sisi, kesulitan menyebut nama atau benda ini dapat dianggap sebagai bukti melemahnya hubungan antara makna dari satu konsep dan kata-kata yang mewakilinya dalam ingatan jangka panjang.

Mungkin juga masalah ini mencerminkan sesuatu yang sangat berbeda.

Jika orang dewasa yang lebih tua biasanya memiliki lebih banyak informasi dalam ingatan jangka panjang, maka sebagai konsekuensinya mereka akan mengalami lebih banyak keadaan TOT.

Ada kemungkinan juga bahwa keadaan TOT berguna karena dapat berfungsi sebagai sinyal kepada lansia bahwa kata yang dicari sudah diketahui, meskipun saat ini tidak dapat diakses.

Informasi metakognitif semacam itu bermanfaat karena menandakan bahwa menghabiskan lebih banyak waktu untuk mencoba menyelesaikan kesulitan pencarian kata itu, pada akhirnya dapat mengarah pada keberhasilan.

Jika melihat dengan cara seperti itu, keadaan TOT mungkin tidak mencerminkan kegagalan, tetapi sumber informasi yang berharga.

 

Roger Kreuz dan Richard Roberts - BBC Future

Anda dapat membaca artikel ini dalam bahasa Inggris dengan judul Why you lose words on the tip of your tongue di BBC Future.

© 2018 ZAMANe.id All Rights Reserved. Designed By JoomShaper *