Ada Lemak Jahat dan Lemak Baik Buat Tubuh Kita

Ada Lemak Jahat dan Lemak Baik Buat Tubuh Kita

Bahan pangan yang kadar lemaknya tinggi, baik sosis, mayones atau mentega menyebabkan sakit dan bertambahnya bobot tubuh. Bagi banyak orang, variasi makanan "light" atau berkadar lemak lebih rendah jadi alternatifnya. Tapi dari mana sebenarnya asal rasa takut kita atas lemak?



Sejarahnya mulai tahun 1948. Waktu itu, peneliti ingin mengungkap alasan kematian yang utama di AS, yaitu serangan jantung. Ketika itu, lebih dari 5.000 orang dari daerah Framingham ikut dalam studi pengamatan, yang saat itu jadi yang terbesar dalam sejarah kedokteran.

Sembilan tahun kemudian, timbul hasil pertama. Penyebab utama serangan jantung adalah tekanan darah tinggi, merokok dan bobot tubuh berlebihan!

Alasan bobot tubuh berlebih juga jelas bagi para peneliti. Yaitu: orang Amerika makan terlalu banyak dan terlalu berlemak!

Kesimpulan bahwa lemak pada jantung jadi penyebab kematian segera diikuti berbagai tindakan. Industri makanan juga ikut memberikan reaksi.

Lemak jahat dan lemak baik

Setelah puluhan tahun, akhirnya kampanye tentang buruknya lemak berhenti. Setidaknya sebagian. Dibedakan antara lemak yang jahat dan yang baik, yang dikandung dalam minyak nabati.

Jadi pedoman konsumsi makanan di AS hanya memperingatkan akan bahaya lemak jenuh dan kolesterol, yaitu lemak yang jahat. Tapi sejumlah studi sekarang sudah menunjukkan, bahwa kolesterol dalam makanan tidak punya pengaruh atas nilai-nilai dalam darah.

Kesimpulan dari para peneliti: Lebih dari 10 tahun, konsumsi makanan berkadar lemak rendah dianjurkan, walaupun tidak ada bukti bahwa itu menguntungkan kesehatan!

Tapi produk-produk berkadar lemak rendah tetap ada. Sementara produsennya semakin kehilangan argumentasi yang mendukung, mereka tetap mendorong tren "low fat." Ibaratnya seolah sapi yang memproduksi susu, juga berolahraga.

 

 
dw, zid

© 2018 ZAMANe.id All Rights Reserved. Designed By JoomShaper *