fbpx
Studi Psikologi: Penguasa Berwatak 'Tiga Serangkai Kegelapan'

Studi Psikologi Penguasa Berwatak 'Tiga Serangkai Kegelapan'

Dalam psikologi, ada "triad gelap" atau "tiga serangkai kegelapan' sifat-sifat: Psikopat, Narsisme, dan Machiavellianisme. Sifat-sifat ini hampir selalu tumpang tindih dan bergabung. Jika seseorang memiliki sifat psikopat, maka cenderung memiliki sifat narsis dan Machiavellian juga. Konstruksi ini ditemukan oleh peneliti Delroy L. Paulhus dan Kevin M. Williams pada tahun 2002.



Orang jenis ini pandai bersilat lidah. Mereka tidak akan ragu-ragu untuk menipu orang banyak, lihai berbohong tanpa mengubah ekspresi wajahnya sedikit pun.

Pengidap "triad gelap" tidak ragu untuk menyalahkan orang lain atas kesalahan yang menjadi tanggung jawabnya. Meskipun dia menyadari bahwa tindakannya salah, tapi akan mengabaikan rasa bersalah tersebut.

Dia tidak akan ragu untuk berbuat curang dan menjebak pihak lain untuk mencapai keinginannya.

Machiavellianisme, satu di antara "triad gelap" bukanlah diagnosis kesehatan mental, ini adalah ciri kepribadian individu manipulatif yang menipu dan menghalalkan segala cara untuk mencapai tujuan. Ini didasarkan pada filosofi politik abad ke-16 Niccolò Machiavelli. Beberapa bukti menunjukkan bahwa dari sifat-sifat gelap, Machiavellian paling erat kaitannya dengan kelicikan tingkat tinggi.

 

Apa yang Diberikan dan Apa yang Dia Ambil?

Hadiah yang dibagikan seorang pengidap "triad gelap" sebetulnya benar-benar hadiah untuk dirinya sendiri, untuk kesenangannya sendiri. Bukan muncul dari rasa empati dan peduli. Dia tidak punya empati dan peduli di lubuk hatinya.

 

Dia sangat menikmati 'kerumunan penjilat' yang rela menukar harga dirinya dengan pembagian jatah jabatan atau konsesi. Dan sangat senang melihat kerumunan orang berebut sesuatu yang dilemparkannya. 

Pengidap "triad gelap" gemar pamer bagi-bagi sesuatu didorong rasa takut kehilangan perhatian, dan kebutuhan untuk melanjutkan permainan manipulatifnya. Orang jenis ini mendambakan untuk terus-menerus jadi fokus perhatian.

Potensi 'rasa sakit' karena merasa kurang perhatian mendorongnya untuk melakukan apa saja yang dia rasa akan membuat kekaguman banyak orang kepadanya terus mengalir - atau setidaknya jadi topik berita.

Orang jenis ini selalu memperhitungkan semua langkahnya dengan kepala dingin. Termasuk akan menggunakan cara yang lebih halus (bahkan menawan) untuk menipu atau menjebak, sehingga 'korban' tidak menyadari jebakan tersebut.

 
Masih banyak lagi ciri lainnya, tapi begitulah ringkasnya.
 

Ketika menjabat presiden, Donald Trump melempar bantuan tisu toilet ke para korban badai, dan banyak menuai kecaman. Tapi mungkin ada presiden negara lainnya yang lebih tega bersenang-senang melempar 'hadiah' kepada rakyat di jalanan.
 
 

psychologytoday, americanpsychologicalassociation

© 2018 Zid World All Rights Reserved. Designed By JoomShaper *