fbpx
Berjalan Kaki adalah Obat yang Paling Baik, Ini Penjelasannya

Studi: Berjalan Kaki adalah Obat yang Paling Baik, Ini Penjelasannya

Hippocrates (c. 460 - c. 370 SM), dokter Yunani yang sering disebut sebagai "Bapak Pengobatan Barat" mengatakan: "berjalan kaki adalah obat terbaik," 
 

Tubuh kita secara genetik dirancang untuk berjalan kaki. Berjalan kaki adalah salah satu gerakan paling dasar yang diketahui manusia. Gerakan bipedal adalah bagian dari warisan genetik kita. Bentuk mengikuti fungsi, dan tubuh kita berkembang sedemikian rupa sehingga berjalan kaki sangat penting untuk kesehatan.

 
Studi mengkonfirmasi temuan sebelumnya tentang manfaat intensitas fisik ringan. Para peneliti dari Oregon State University (OSU) menemukan bahwa olahraga ringan berjalan kaki hampir sama efektifnya dengan olahraga sedang atau berat untuk orang dewasa dan yang lebih tua.
 
Studi "Bukti untuk Mendukung Termasuk Rekomendasi Gaya Hidup Intensitas Ringan dalam Pedoman Aktivitas Fisik untuk Orang Dewasa dan yang Lebih Tua," diterbitkan dalam American Journal of Health Promotion. 
 
Studi ini dipimpin oleh Paul Loprinzi, dan ditulis bersama oleh Bradley Cardinal, seorang profesor di College of Public Health and Human Sciences di Oregon State University, dan Hyo Lee.
 
Para peneliti OSU menemukan bahwa orang dewasa dan yang lebih tua yang secara teratur melakukan intensitas ringan 18 persen lebih sehat, tingkat insulin yang lebih baik, dan lebih kecil kemungkinannya untuk memiliki penyakit kronis.
 
 
Berjalan kaki selama 15 hingga 30 menit per hari bisa mengubah penampilan dan membuat tubuh tambah sehat. 

Perubahan positif pada otak

Sebuah studi mengungkap, berjalan kaki membantu mencegah pikun, mengurangi risiko Alzheimer dan memperbaiki kesehatan mental. Ini juga mengurangi stres mental dan menjaga kadar endorfin tinggi dalam tubuh.

Memperbaiki penglihatan

Mungkin kedengarannya aneh, mengingat mata tampak tidak berhubungan dengan kaki. Tapi berjalan juga memberi keuntungan bagi mata. Karena bisa membantu memerangi glaukoma, penyakit yang disebabkan cairan terkumpul di bagian depan mata dan meningkatkan tekanan atas syaraf penglihatan.

Pencegahan penyakit jantung

Menurut Asosiasi Jantung Amerika, berjalan kaki sama efektifnya seperti berlari dalam hal pencegahan penyakit jantung dan stroke. Aktivitas ini membantu mencegah penyakit jantung dengan menurunkan tekanan darah dan kadar kolesterol serta memperlancar sirkulasi darah.

Menambah volume paru-paru

Berjalan kaki adalah olah raga aerobik yang meningkatkan jumlah oksigen dalam peredaran darah dan membantu melatih paru-paru, selain dari menghilangkan racun hal lain yang harus dibuang. Karena orang bernafas lebih dalam dan lebih baik, penyakit paru-paru juga bisa diatasi.

Menambah kekuatan otot

Kekuatan otot juga bisa ditingkatkan, demikian halnya dengan pengurangan bobot tubuh. Jika orang berjalan 10.000 langkah setiap harinya, itu sama dengan berlatih di fitness centre, apalagi jika orang juga berjalan mendaki. Ditambah lagi, kemungkinan cedera kecil.

Efek positif bagi pankreas

Menurut studi, ternyata berjalan kaki efek positifnya bagi pankreas lebih besar daripada jika orang berlari. Menurut studi, sekelompok orang yang berjalan kaki dalam enam bulan menunjukkan peningkatan daya tahan terhadap glukosa enam kali lipat dibanding mereka yang berlari.

Memperkuat sendi dan tulang

Berjalan kaki secara teratur bisa meningkatkan mobilitas sendi, mencegah menurunnya masa tulang, bahkan juga mengurangi risiko keretakan. Arthritis Foundation menyarankan berjalan setiap hari secara moderat sedikitnya 30 menit per hari untuk mengurangi sakit pada sendi, juga kaku dan peradangan.

Mendorong pencernaan

Berjalan kaki 30 menit per hari juga bisa mengurangi risiko kanker usus di masa depan, tetapi juga memperbaiki pencernaan.

Menghilangkan sakit punggung

Berjalan kaki bisa jadi "penyelamat" bagi mereka yang mengalami sakit punggung saat melakukan olah raga lebih berat. Berjalan kaki mendorong perbaikan sirkulasi darah di dalam struktur tulang belakang dan memperbaiki postur tubuh dan fleksibilitas yang vital bagi kesehatan tulang belakang.

Menenangkan pikiran

Jika berjalan kaki bisa memperbaiki simtom depresi pada pasien yang menderita penyakit itu, bayangkan bagaimana besarnya dampak positif berjalan kaki jika orang hanya merasa suasana hati tidak senang atau lelah secara mental. Ini tentu bisa memperbaiki "bad mood." 
 

© 2018 Zid World All Rights Reserved. Designed By JoomShaper *