Apakah Kita adalah Pusat Alam Semesta?

Apakah Kita adalah Pusat Alam Semesta?

Alam semesta itu memuai. Jarak antar galaksi semakin besar atau yang sering kita sebut galaksi-galaksi itu menjauh dari kita. Apa itu artinya kita adalah pusat alam semesta?

 

Tidak juga.

 

Jadi, dalam skala besar, isi alam semesta akan tampak sama dimanapun dan di segala arah. Pada skala besar ini, benda terkecil adalah galaksi-glaksi yang ada di alam semesta.

Mengapa demikian? Menurut prinsip kosmologi, alam semesta itu homogen dan isotropi serta pengamat tidak berada pada posisi yang istimewa di alam semesta. Homogen memberi arti dimanapun pengamat berada di alam semesta ia akan mengamati hal yang sama. Sedangkan isotropi artinya ke arah manapun pengamat memandang ia akan melihat hal yang sama. Dengan demikian tidak ada tempat istimewa di alam semesta.

Galaksi-galaksi yang ada di alam semesta bisa kita sebut juga merupakan gugus bintang super raksasa. Di dalamnya terdapat milyaran bintang yang bergerak mengitari pusat galaksi. Dari sekitar 2 triliun galaksi, ada Bima Sakti, galaksi dimana Matahari berada. Bima Sakti itu terdiri dari ratusan milyar bintang. Besarnya Bima Sakti diketahui 100 000 tahun cahaya.

Di sekeliling Bima Sakti, terdapat galaksi-galaksi besar dan kecil lainnya. Jaraknya tidak dekat, tapi karena massa galaksi itu sangat besar maka gaya gravitasinya juga besar. Karena itu Bima Sakti beserta galaksi-galaksi dekat lainnya saling berinteraksi dan membentuk sebuah kelompok yang sama -sama mengitari pusat massa mereka. Kelompok ini kita sebut Grup Lokal dan terdiri dari sekitar 54 galaksi. Kelompok galaksi seperti ini juga terbentuk pada galaksi-galaksi lain di luar Grup Lokal.

Nah, Matahari yang jadi sumber cahaya bagi Bumi adalah satu diantara milyaran bintang di Bima Sakti. Setiap bintang bisa memiliki planet yang mengitari dirinya. Planet-planet ini terbentuk dari sisa gas dan debu yang membentuk bintang.

Seandainya setiap bintang punya satu planet saja maka itu artinya ada ratusan milyar planet yang juga menghuni Bima Sakti dan ada lebih banyak lagi di galaksi-galaksi lainnya. Memang, tidak semua bintang punya planet. Tapi, ada banyak bintang yang memiliki lebih dari satu planet, seperti di Tata Surya.

Seperti namanya, Tata Surya, merupakan sistem keplanetan yang “berpusat” pada Matahari. Planet-planet ini terbentuk dari sisa gas dan debu yang membentuk Matahari. Tata Surya terdiri planet, planet katai, asteroid, komet, satelit yang semuanya beredar mengelilingi titik pusat massa yang berada super dekat dengan Matahari. Atau dengan kata lain semua benda ini bergerak mengelilingi Matahari.

Di antara planet-planet itu, ada Bumi, planet yang jadi rumah bagi manusia. Planet yang satu ini unik karena memiliki kehidupan. Sampai saat ini, para astronom belum menemukan planet lain yang punya kehidupan seperti di Bumi. Planet yang juga dikenal sebagai planet biru ini bisa memiliki kehidupan karena ada air yang berwujud cair.

 

Lokasi Bumi pada zona laik huni Matahari memang ideal. Temperatur yang hangat memberi kesempatan pada air tetap berwujud cair dan evolusi kehidupan bisa berjalan baik. Dan meskipun Bumi itu besar bagi ukuran kita, manusia. Tapi di alam semesta Bumi bahkan tidak tampak sama sekali, karena galaksi pun hanya tampak seperti noktah yang bertebaran mengisi ruang dan waktu alam semesta kita yang sedang memuai.

 
 
 
Avivah Yamani
National Geographic - Langitselatan.com

© 2018 ZAMANe.id All Rights Reserved. Designed By JoomShaper *