Apa Kegiatan Tuhan Sebelum Menciptakan Alam Semesta? Filsuf Ibnu Rusyd Menjawabnya

Apa Kegiatan Tuhan Sebelum Menciptakan Alam Semesta? Filsuf Ibnu Rusyd Menjawabnya

Share
Stephen Hawking pernah mengajukan pertanyaan: Apa kegiatan Tuhan sebelum menciptakan alam semesta? Apakah Tuhan akan memasukkan saya ke neraka karena bertanya seperti itu?
  
"Tuhan dan ilmu pengetahuan bukanlah sesuatu yang bertentangan." ungkap Jesuit sekaligus astronom di Observatorium Vatikan, Guy Consolmagno, S.J

Dalam konferensi "Black Hole, Gravitational Waves, dan Space-Time Singularities" Consolmagno mengungkapkan, seorang religius tidak perlu takut akan sains.

"Jika kamu tak punya iman dalam keyakinanmu, maka saat itulah kamu takut akan ilmu pengetahuan," katanya.

Consolmagno mengungkapkan: Tuhan, alam semesta, dan tujuan eksistensi manusia bisa ditemukan lewat proses, bukan secara instan.

"Ada banyak hal yang kita tahu tetapi belum kita pahami. Kita tidak dapat menjadi seorang religius atau ilmuwan yang baik jika berpikir pekerjaan kita sudah selesai," imbuhnya.

Konferensi tersebut menghadirkan sejumlah rohaniwan serta ilmuwan terkemuka, termasuk mereka yang meneliti Big Bang dan bahkan yang tidak mempercayai adanya Tuhan.

Penelitian tentang asal-usul semesta selama ini menghasilkan pandangan bahwa alam tercipta tanpa campur tangan siapa pun, termasuk Tuhan.

Alam semesta yang ada dengan sendirinya itu dipercaya oleh banyak ilmuwan, di antaranya Stephen Hawking, kosmolog yang mengusulkan M Theory.

Apa kegiatan Tuhan sebelum menciptakan alam semesta? 

Pertanyaan seperti itu muncul karena berpikir Tuhan sama dengan manusia dalam pusaran ruang dan waktu. Tuhan tidaklah terikat hukum-hukum alam yang diciptakanNya. Dia adalah kehendak yang tak terbatas. 

Sudah sejak berabad silam, filsuf muslim Ibnu Rusyd memaparkan: Makna Qadim adalah bukan terciptakan dan menjadi satu dengan hakikat Allah. Jadi, Tuhan Qadim berarti Tuhan tidak diciptakan, tetapi adalah Pencipta, dan alam Qadim berarti berbagai alam yang tak terbatas diciptakan Tuhan dalam keadaan terus menerus sejak zaman tak berawal hingga zaman tak berakhir. 

Dengan demikian sungguhpun alam Qadim, alam bukan Tuhan, tetapi adalah ciptaan Tuhan.
 
Bahwa alam berproses bersiklus dan terus menerus dalam penciptaan. Tidak terbatas, tak terhingga. Hanya sedikit saja yang diketahui manusia.
 
 
Kompas - Zamane

Bagikan Via WhatsApp, Twitter, Facebook

© 2018 Zamane.id All Rights Reserved. Designed By JoomShaper *