Nabi Idris Ilmuwan Pembangun Peradaban Dunia dan Bahasa Cahaya

Nabi Idris Ilmuwan Pembangun Peradaban Dunia dan Bahasa Cahaya

Banyak ilmuwan modern menganggap DNA membentuk konfigurasi gelombang, dapat dimodifikasi melalui cahaya, radiasi, medan magnet atau gelombang sonic. Warisan pengetahuan Nabi Idris, Thoth, atau Henokh telah menunjukkan Bahasa Cahaya yang benar-benar bisa mempengaruhi DNA.
 
'Bahasa Cahaya' yang dikenal sebagai 'Hiburu', bahasa awal yang diperkenalkan peradaban awal. Bahasa ini merupakan bentuk bahasa alami Ibrani paling kuno, bentuk-bentuk abjad dari pola gelombang otak. Hiburu adalah bahasa harmonik yang meniru sifat gelombang cahaya, yang menjadi kunci getaran matriks dan realitas mistis kekuatan dunia. 

Pengetahuan yang dibawa Idris menjelaskan persamaan sonic dan dikodekan dalam mantra kuno. Kunci pengetahuan ini mampu secara langsung mempengaruhi sistem saraf dan menghasilkan efek mendalam ketika penyembuhan dalam alam kesadaran yang lebih tinggi. 

Jika sebuah sel akan mati, maka ia akan segera membelah diri. Sel sel itu akan memulai perjalanan hidup baru dari nol waktu. Begitulah seterusnya sel sel itu tetap muda dan mengabaikan waktu. Jadi piranti DNA yang supermini dan supercanggih itu sepertinya tetap terlindungi oleh hempasan waktu. DNA tetap muda sepanjang waktu, berapa abadpun peradaban dilaluinya. Jadi yang ingin tetap bereksistensi dan survive di permukaan planet ini adalah DNA, sedangkan kita mungkin hanya cangkang-cangkang belaka. 

Jadi siapakah yang sejatinya hidup? Kita atau DNA kita?

Kita hanyalah momentum saja. Jika tanpa intidiri yang sejati berkelana di alam dunia, eksitensi eksternal yang kita ingin wujudkan atas pacuan ego tetap sebatas bayang-bayang yang akan lenyap di akhir hayat. Tapi eksistensi eksternal yang kita lakukan atas dasar pengabdian dan cinta kasih akan membawa kita pada kesadaran supra dalam arti yang sebenarnya.

Kita adalah sebuah momentum dalam arus yang sedang berevolusi di alam semesta menuju ”The Equilibrium of Everything”.

“Kebetulan-kebetulan” terjadi dan DNA membentuk selubung yang menjadi rumahnya yang disebut sel. Lahirlah secara resmi makhluk hidup yang bisa terus menggandakan dirinya. Yang justru menarik adalah proses penggandaan tersebut yang tidak sempurna. Sesekali terjadi kesalahan penggandaan yang membuat keturunannya tidak persis seperti induknya. Ketidaksempurnaan ini justru adalah kesempurnaan kehidupan. 

Dari situlah lahir keberagaman hidup. Keberagaman adalah manifestasi prakarsa Sang Maha Pencipta.
 
Dzikir adalah juga bahasa cahaya
 
Pada tatanan spiritualitas Islam, dzikrullah merupakan kunci membuka hijab dari kegelapan menuju cahaya Ilahi. Al Qur'an menempatkan dzikrullah sebagai pintu pengetahuan, sebagaimana tercantum dalam surat Ali Imran 190-191.

"Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang yang berakal, yaitu orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri, atau sambil duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata) Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau ..."

Kalimat "yadzkurunallah" orang-orang yang mengingat Allah, didalam 'tata bahasa arab' berkedudukan sebagai ma'thuf (tempat bersandar) bagi kalimat-kalimat sesudahnya, sehingga dzikrullah merupakan dasar atau azas dari semua perbuatan peribadatan baik berdiri, duduk dan berbaring serta merenung (kontemplasi). 
 
Dengan demikian praktek dzikir bebas tidak ada batasannya. Bisa sambil berdiri, duduk, berbaring, atau bahkan saat beraktivitas duniawi sekalipun bisa dikatakan berdzikir, jika dilandasi mengikat diri kepada Allah, senantiasa mengingat Allah.

Dzikrullah merupakan sarana pembangkitan kesadaran diri, oleh sebab itu dzikir lebih komprehensif dari berpikir. Karena dzikir melahirkan pikir serta kecerdasan jiwa yang luas, maka dzikrullah tidak bisa hanya diartikan dengan menyebut nama Allah, akan tetapi dzikrullah merupakan sikap mental spiritual memasrahkan dan menghubungkan diri kepada Allah.

 

 

Bagikan Via WhatsApp, Twitter, Facebook

 

© 2018 ZAMANe.id All Rights Reserved. Designed By JoomShaper *