Algoritma Berasal Dari Muhammad ibn Musa Al-Khwarizmi, Bapak Ilmu Matematika

Algoritma Berasal Dari Muhammad ibn Musa Al-Khwarizmi, Bapak Ilmu Matematika

Kita dapat menyaksikan matematika terdapat dalam artifak-artifak dan fosil-fosil di seluruh Afrika. Salah satu fosil tertua yang membuktikan bahwa orang-orang daerah ini mempunyai pengetahuan yang tinggi tentang matematika terdapat sebuah tempat bernama Ishango, yang sekarang dikenal dengan Zaire. 

 
Jean de Heinzelin, seorang arkeologis dari Belgia, pada akhir abad kelima belas berhasil menggali sekumpulan artifak dan sebuah tulang yang sekarang dikenal sebagai tulang Ishango. Pada tulang tersebut tertulis beberapa tanda 13, 11, 17. Setiap tanda mengindikasikan sebuah kesatuan. 
 
Di situ tertera manifestasi yang jelas dari pengetahuan matematika tentang bilangan berbasis 10. Heinzelin mengungkapkan bahwa petunjuk tertua atas hitungan semacam itu ditemukan di sana, di Ishango, dan pemikiran itu menjadi dasar dari sistem hitungan selanjutnya yang dimulai di Mesir.

Tentu saja terjadi perkembangan di bidang matematika di Mesir, yang disebut sebagai salah satu peradaban tertua di dunia. Keberadaan Piramid dan Sphinx merupakan bukti adanya teknologi, ilmu pasti, dan matematika yang hebat. 
 
Para ilmuwan menyatakan bahwa ketika Piramid itu dibangun, ketinggian vertikalnya sepermilyar jarak antara bumi ke matahari. Ketinggian bangunan yang sama baru bisa dicapai oleh orang modern sekitar 1874.

Batu-batu yang dipergunakan untuk menyusun Piramid itu rata-rata beratnya dua dan satu setengah ton, beberapa di antaranya lima puluh ton --100.000 pound. Sangat sulit untuk membayangkan bagaimana manusia dapat memindahkan batu-batu itu dan menyusunnya menjadi sebuah bentuk piramid yang sempurna yang menjulang tinggi dari dasar yang berbentuk persegi dengan ketinggian yang mencapai sekitar 485 kaki. 
 
Luas permukaan piramid-piramid itu sama dengan kuadrat ketinggian vertikalnya --sebuah prestasi mengagumkan yang menunjukkan wawasan dan pengetahuan matematika yang sangat hebat.

Islam muncul dan masuk ke Afrika Utara. Islam datang bukan untuk membuat kehancuran. Agama ini menyebar di Afrika dengan membawa perbaikan dan pembangunan. Membangun sekolah-sekolah, lembaga-lembaga, dan memberikan arah dan tujuan hidup kepada manusia.

Pada 711 Masehi, seorang jenderal bernama Thariq ibn Ziyad memimpin sebuah pasukan melintasi tempat yang sekarang disebut Mediterania. Dia menaklukkan wilayah di sebuah gunung yang oleh orang Spanyol disebut sebagai "Mons Calpe". Gunung itu kemudian dinamai kembali oleh serdadu Tariq sebagai "Jabal Al-Thariq" --'Gunung Thariq'". Orang Spanyol menyebutnya "Gibraltar."

Spanyol dan Portugal --yang pernah bernama Jazirah Iberia-- juga tertaklukkan, dan peradaban Islam ditumbuhkan di sana oleh orang-orang Muslim pengikut Thariq. Mereka berada di sana sampai 1492, ketika Granada runtuh. Itu terjadi pada tahun yang sama ketika Columbus secara kebetulan menemukan Amerika, orang yang tersesat.

Itu terjadi dalam periode antara 711 sampai 1492, di mana Ilmuwan Islam memadukan dan mengembangkan pengetahuan Yunani kuno, Romawi, dan Afrika dalam buku-buku berbahasa Arab.

Bilangan Romawi segera dihapuskan setelah bilangan Arab diperkenalkan ke Eropa. Angka-angka Romawi yang janggal itu diungguli oleh angka-angka Arab yang lebih mudah dan aktif serta dapat memberikan bukan hanya pemikiran atas apa yang dilambangkan, tetapi juga memungkinkan kita untuk menghitung tanpa kesulitan. 
 
Konsep angka nol adalah konsep alami, tetapi memiliki kekuatan revolusioner.
 
Salah satu buku yang diterjemahkan dari bahasa Arab ke bahasa Latin adalah yang ditulis oleh Muhammad ibn Musa Al-Khwarizmi. Judulnya Al-Jabr wa'l-Muqabala, yang berarti "Restorasi dan Reduksi". 
 
Ketika buku itu diterjemahkan ke bahasa Latin, kata keduanya --wa'l-Muqabala-- dihilangkan, jadi tinggal kata Al-Jabr, yang menjadi "algebra". Dan dari nama Al-Khwarizmi berasalnya istilah "Algoritma".
 

Al Khwarizmi adalah salah satu ahli matematika terbesar dalam sejarah. Ia adalah peletak konsep dasar matematika. Ia juga dikenal sebagai seorang ahli astronomi dan geografi. Al Khwarizmi lah yang paling banyak mempengaruhi pemikiran matematika di abad pertengahan. Ia mengembangkan tabel rincian trigonometri yang memuat fungsi sinus, kosinus, serta konsep diferensiasi dari perkembangan kalkulus.

Pengaruh Al Khwarizmi dalam perkembangan matematika, astronomi dan geografi dibuktikan oleh sejarah. Ia menyatukan pengetahuan Yunani dan Hindu dan juga hasil pemikirannya sendiri. Ia mengadopsi angka nol, sebuah angka yang sangat penting dalam aritmatika dan sistem desimal. Sumbangannya dalam sistem angka dikenal sebagai Algoritma. Penamaan sistem itu diambil dari namanya. 

 

Beberapa bukunya diterjemahkan ke dalam bahasa latin di awal abad ke 12 oleh Adelard of Bath (Adelardus Bathensis). Terjemahan inilah yang kemudian menjadi ilmu pengetahuan baru di kalangan Barat. Buku ini dipakai sebagai buku pegangan prinsip matematika di universitas-universitas di Eropa. Tabel-tabel astronominya juga diterjemahkan ke dalam beberapa bahasa Eropa, dan kemudian bahasa Cina.

Kontribusi Al Khwarizmi dalam bidang Geografi juga luar biasa. Ia tidak hanya merevisi pandangan ptolemaios tentang geografi, tetapi juga mengoreksinya secara detail. Tujuh puluh ahli geografi bekerja dibawah kepemimpinannya dan mereka membuat peta pertama bola dunia.
 
 
Zid

© 2018 ZAMANe.id All Rights Reserved. Designed By JoomShaper *