Indonesia Bagian Barat Akan Mengalami Kekeringan Akibat Dipole Samudra Hindia

Indonesia Bagian Barat Akan Mengalami Kekeringan Akibat Dipole Samudra Hindia

Para ilmuwan mengatakan gejala metereologis Indian Ocean Dipole (IOD) atau Dipole Samudra Hindia akan menyebabkan berkurangnya curah hujan di wilayah Indonesia bagian barat. Berikut ini sejumlah hal yang perlu diketahui tentang Dipole Samudra Hindia.


Apakah yang dimaksud dengan Dipole Samudra Hindia?


IOD adalah gejala metereologi yang dapat mengubah pola curah hujan di negara-negara Samudra Hindia di dekat khatulistiwa (ekuator) dari Afrika Timur sampai Indonesia, dan mempengaruhi cuaca sampai ke Australia.

IOD positif adalah keadaan ketika laut di bagian barat Samudra Hindia, yaitu di lepas pantai Afrika Timur, menjadi lebih hangat dari pada normal sehingga meningkatkan penguapan dan curah hujan.

Andrew Turner, pengajar sistem musim hujan di University of Reading, Inggris mengatakan kepada BBC:

"Ketika peristiwa Dipole Samudra Hindia terjadi, curah hujan cenderung bergerak bersama-sama dengan air yang hangat, sehingga Anda mengalami curah hujan di atas normal di negara-negara Afrika Timur."

"Sementara itu di bagian timur Samudra Hindia, suhu permukaan laut akan menjadi lebih dingin dari pada normal dan daerah tersebut akan mengalami penurunan curah hujan."

Dipole Samudra Hindia bisa dibandingkan dengan gejala El Nino di Samudra Pasifik - karena itulah kadang-kadang dinamakan Nino Hindia - tetapi dalam skala yang lebih kecil.

Pemanasan global akan meningkatkan kejadian Dipole Samudra Hindia - bagian barat Indonesia akan lebih sering mengalami kekeringan

Dr Turner mengatakan iklim ekstrem dan keadaan cuaca yang disebabkan IOD diperkirakan akan semakin umum terjadi karena peningkatan emisi gas rumah kaca.

Lewat kajian yang diterbitkan di Nature, para ilmuwan membuat model pengaruh CO2 dan IOD ekstrem.

Dengan asumsi bahwa emisi terus meningkat, mereka memperkirakan frekuensi kejadian IOD positif akan meningkat dari satu kali setiap 17,3 tahun menjadi satu kejadian setiap 6,3 tahun di abad ini.

"Negara-negara di bagian barat Samudra Hindia, di pantai Afrika, akan lebih sering mengalami banjir dan curah hujan yang tinggi. Akan terjadi pengaruh yang lebih buruk pada tanaman pangan dan infrastruktur," kata Turner.

Di pihak lain, di bagian timur Samudra Hindia, kepulauan di bagian barat Indonesia akan lebih sering mengalami kekeringan dan penurunan curah hujan.
 
  
Sumber: BBC News

© 2018 ZAMANe.id All Rights Reserved. Designed By JoomShaper *