Bencana 74 Ribu Tahun Lalu yang Jika Terulang Manusia Kembali ke Zaman Primitif

Bencana Alam 74 Ribu Tahun Lalu yang Jika Terulang Manusia Kembali ke Zaman Primitif

Sekitar 74.000 tahun lalu letusan gunung berapi di tempat yang sekarang menjadi Danau Toba di Pulau Sumatra, Indonesia, menimbulkan bencana alam paling mengerikan. Mungkinkah akan terulang kembali?



Menurut penelitian Michigan Technological University, saat itu letusan Toba memuntahkan 2800 kilometer kubik debu vulkanik hingga ketinggian 80 kilometer. Jumlah sebesar itu bisa dipakai buat membangun 19 juta gedung 100 tingkat.

Letusan Toba tidak cuma membuat populasi nenek moyang manusia menyusut menjadi tinggal segelintir, tetapi juga mengubah iklim Bumi sepenuhnya. Diperkirakan awan vulkanik yang menutupi matahari menyebabkan penurunan suhu global antara 3 hingga 5 derajat Celcius. Ilmuwan mencatat letusan Toba menyebabkan tahun terdingin pada periode glasial terakhir di Eropa.

Meski sekarang tak lagi berbentuk gunung, Danau Toba merupakan kaldera yang terbentuk akibat meletusnya Gunung Toba. Daerah yang tersisa membentuk kaldera. Di tengahnya kemudian muncul Pulau Samosir.



Gunung Toba tergolong supervulkan. Hal ini dikarenakan Gunung Toba memiliki kantong magma sangat besar yang jika meletus kalderanya besar sekali.

Yang menarik adalah terjadinya anomali gravitasi di Toba. Menurut hukum gravitasi, antara satu tempat dengan lainnya akan memiliki gaya tarik bumi sama bila mempunyai massa, ketinggian dan kerelatifan yang sama. Jika ada materi yang lain berada di situ dengan massa berbeda, maka gaya tariknya berbeda. Bayangkan gunung meletus. Banyak materi yang keluar, artinya kehilangan massa dan gaya tariknya berkurang. Lalu yang terjadi up-lifting (pengangkatan). Inilah yang menyebabkan munculnya Pulau Samosir.

Magma yang di bawah itu terus mendesak ke atas, pelan-pelan. Dia sudah tidak punya daya untuk meletus. Gerakan ini berusaha untuk menyesuaikan ke normal gravitasi. Ini terjadi dalam kurun waktu ribuan tahun. Hanya Samosir yang terangkat karena daerah itu yang terlemah. Sementara daerah lainnya merupakan dinding kaldera.

 

Kamar magma Toba kini diyakini telah kembali terisi penuh. Salah satu buktinya adalah pulau Samosir yang tumbuh setinggi 450 meter sejak erupsi dahsyat 74.000 tahun silam.

Ilmuwan meyakini danau Toba saat ini berpotensi menjelma menjadi supervulkan. Pasalnya Toba terletak di tepi Patahan Sumatera. Setiap aktivitas seismik pada patahan itu bisa memicu tekanan terhadap ruang magma di perut Toba. Potensi ledakan bertambah besar lantaran gerak lempeng Australia yang mendesak lempeng Sunda.

Ledakan supervulkan bisa mengubah wajah Bumi dan menyeret manusia kembali ke zaman batu. Tidak cuma perubahan iklim drastis, ledakan supervulkan bisa memangkas populasi manusia, sebagian besar musnah. 

 

 

© 2018 ZAMANe.id All Rights Reserved. Designed By JoomShaper *