Era Kejayaan Muslim (750M-1258M) Ketika Minat pada Ilmu Pengetahuan Bergairah

Era Kejayaan Muslim (750M-1258M) Ketika Minat pada Ilmu Pengetahuan Bergairah

Dalam visi Khalifah Abbasiyah ke tujuh, Al-Ma’mun (813-833), masyarakat ideal hanya bisa diwujudkan melalui ilmu pengetahuan dan rasionalisme. Untuk mencapainya, berbagai bidang pengetahuan harus difasilitasi.


Dengan pemikiran tersebut, ia mendirikan Institut pendidikan di Bagdad yang dikenal dengan nama Rumah Hikmah (Bayt Al-Hikmah). Sebuah pengembangan dari rintisan Khalifah Harun Ar Rasyid (736-809 M) yang mendirikan Khizanat Al Hikmah yang berfungsi sebagai perpustakaan, tempat penerjemahan dan penelitian.

Baitul Hikmah terletak di Bagdad, sebagai pusat intelektual dan keilmuan pada masa Zaman Kegemilangan Islam (The Golden Age of Islam) menjadi pusat peradaban dan kebangkitan ilmu pengetahuan.

Baitul Hikmah berfungsi sebagai balai ilmu dan perpustakaan. Di situ para ilmuwan berdiskusi topik-topik ilmiah. Dan Khalifah sebagai pemimpin politik secara aktif selalu ikut dalam pertemuan-pertemuan itu.

Satu di antara banyak karya fenomenal yang dilahirkan para ilmuwan muslim era itu adalah:

Algoritma Berasal dari Muhammad ibn Musa Al-Khwarizmi, Bapak Ilmu Matematika

Konsep angka nol adalah konsep alami, tetapi memiliki kekuatan revolusioner.

Salah satu buku yang diterjemahkan dari bahasa Arab ke bahasa Latin adalah yang ditulis oleh Muhammad ibn Musa Al-Khwarizmi. Judulnya Al-Jabr wa'l-Muqabala, yang berarti "Restorasi dan Reduksi".

Ketika buku itu diterjemahkan ke bahasa Latin, kata keduanya --wa'l-Muqabala-- dihilangkan, jadi tinggal kata Al-Jabr, yang menjadi "algebra". Dan dari nama Al-Khwarizmi berasalnya istilah "Algoritma".

Al Khwarizmi adalah salah satu ahli matematika terbesar dalam sejarah. Ia adalah peletak konsep dasar matematika. Ia juga dikenal sebagai seorang ahli astronomi dan geografi. Al Khwarizmi lah yang paling banyak mempengaruhi pemikiran matematika di abad pertengahan. Ia mengembangkan tabel rincian trigonometri yang memuat fungsi sinus, kosinus, serta konsep diferensiasi dari perkembangan kalkulus.

Pengaruh Al Khwarizmi dalam perkembangan matematika, astronomi dan geografi dibuktikan oleh sejarah. Ia menyatukan pengetahuan Yunani dan Hindu dan juga hasil pemikirannya sendiri. Ia mengadopsi angka nol, sebuah angka yang sangat penting dalam aritmatika dan sistem desimal. Sumbangannya dalam sistem angka dikenal sebagai Algoritma. Penamaan sistem itu diambil dari namanya.

Beberapa bukunya diterjemahkan ke dalam bahasa latin di awal abad ke 12 oleh Adelard of Bath (Adelardus Bathensis). Terjemahan inilah yang kemudian menjadi ilmu pengetahuan baru di kalangan Barat. Buku ini dipakai sebagai buku pegangan prinsip matematika di universitas-universitas di Eropa. Tabel-tabel astronominya juga diterjemahkan ke dalam beberapa bahasa Eropa, dan kemudian bahasa Cina.

Kontribusi Al Khwarizmi dalam bidang Geografi juga luar biasa. Ia tidak hanya merevisi pandangan ptolemaios tentang geografi, tetapi juga mengoreksinya secara detail. Tujuh puluh ahli geografi bekerja dibawah kepemimpinannya dan mereka membuat peta pertama bola dunia.

Muhammad bin Musa al-Khwarizmi lahir di Khawarizm, Uzbekistan tahun 780 Masehi, dan wafat pada tahun 850 di Bagdad, Irak. 

 

10 Ilmuwan Muslim Zaman Keemasan Islam

 

 
Siti Rahmah - Skerry Harry

© 2018 ZAMANe.id All Rights Reserved. Designed By JoomShaper *