fbpx
Bagaimana Ilmu Saraf Membantu Kita Memahami Pikiran dan Otak Kita

Bagaimana Ilmu Saraf Membantu Kita Memahami Pikiran dan Otak Kita

Manusia memiliki sekitar seratus miliar neuron atau sel otak, masing-masing sel otak melakukan sekitar seribu koneksi ke sel lain. 
 

Neuroscience atau ilmu saraf mengkaji struktur dan fungsi otak manusia dan sistem saraf. Ahli saraf menggunakan biologi seluler dan molekuler, anatomi dan fisiologi, perilaku dan kognisi manusia, dan disiplin ilmu lainnya, untuk memetakan otak pada tingkat mekanistik.

Manusia memiliki sekitar seratus miliar neuron, atau sel otak, masing-masing dengan sekitar seribu koneksi ke sel lain. Salah satu tantangan besar ilmu saraf modern adalah memetakan semua jaringan komunikasi sel-ke-sel—sirkuit otak yang memproses semua pikiran, perasaan, dan perilaku. 

 
Kemampuan otak untuk menguraikan koneksi baru dan sirkuit saraf—neuroplastisitas—mendasari semua pembelajaran.

Biologi dan psikologi bersatu dalam bidang ilmu saraf, untuk menjawab pertanyaan seperti peran otak dalam persepsi rasa sakit atau penyebab yang mendasari penyakit. Simulasi komputer, pencitraan, dan alat-alat lain memberi para peneliti dan pakar medis wawasan baru tentang anatomi fisik otak, lima juta kilometer kabelnya, dan hubungannya dengan bagian tubuh dan pikiran lainnya.

Sama seperti komputer yang terhubung dengan koneksi listrik, otak juga terhubung dengan koneksi saraf. Koneksi ini menghubungkan berbagai lobusnya dan juga menghubungkan input sensorik dan output motorik dengan pusat pesan otak, memungkinkan informasi masuk dan dikirim kembali.

Maka, salah satu tujuan utama dari penelitian ilmu saraf saat ini adalah untuk mempelajari bagaimana kabel ini bekerja dan apa yang terjadi ketika kabel itu rusak. 
 
Perkembangan baru dalam pemindaian otak memungkinkan peneliti untuk melihat gambaran yang lebih rinci dan menentukan tidak hanya di mana mungkin ada kerusakan tetapi juga bagaimana kerusakan itu mempengaruhi, misalnya, keterampilan motorik dan perilaku kognitif dalam kondisi seperti multiple sclerosis dan demensia.

Temuan ilmu saraf telah berkembang pesat selama setengah abad terakhir. Akan tetapi, lebih banyak pekerjaan akan selalu dibutuhkan untuk sepenuhnya memahami akar saraf dari perilaku, kesadaran, dan ingatan manusia.
 
 

© 2018 ZAMANe.id All Rights Reserved. Designed By JoomShaper *